Jumat, 28 Januari 2022
Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Gelombang : 23
Pertemuan ke : 6
Nara sumber :
Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Moderator :
Raliyanti
Skripsi dan tesis jadi buku?
Bener enggak sih?
Selama ini, tahunya memang dijilid sepeti buku tapi ya tetap
skripsi atau thesis.
Nah bagaimana ceritanya bisa jadi buku? Apalagi yang ber
ISBN.
Pertemuan malam ini dimana bu Raliyanti sebagai moderator membersamai nara sumber hebat, bu Noralia, yang memberikan penjelasan yang sangat bermanfaat sekali
sebagai salah satu cara untuk mempunyai buku sendiri.
Bu Noralia merupakan sesorang guru di SMPN 8
Semarang, penulis, blogger dan juga alumni kelas BM yang bukunya tembus di
penrbit mayor Andi Offset.👏👏
Pada penyampaian materinya, Bu Nora menjelaskan bahwa KTI yang sudah kita buat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bisa dijadikan buku sehingga tidak hanya tersimpan diperpustakaan.
Dengan mengkonversi skripsi
menjadi buku maka akan memperoleh banyak manfaat seperti:
· 👉 Dapat dibaca oleh masyarakat awam.
👉 Buku dapat diperjual belikan sehingga akan ada keuntungan material yang didapat.
· 👉 Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.
· 👉 Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri.
👉 Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.
Lalu bagaimana caranya?
Trik merubah KTI menjadi buku adalah:
📗 Mengubahnya kedalam format buku (Judul, kata penngantar, prakata, daftar isi, isi buku, daftar pustaka, synopsis dan profil penulis).
📗 Mengkonversi judul, dengan menggunakan bahasa popular, santai, dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6, namum tidak mengubah arti judul karya ilmiah yang telah dibuat. Sebagai contoh: judul skripsi: “efektivitas metode SEM berbasis mind maping untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran kimia kelas X SMA. Menjadi “Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI.”
📗 Buat daftar isi sesuai dengan daftar isi buku bukan karya ilmiah. Bisa mengikuti pedoman 2W+1H.
BAB 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran, seperti masalah pembelajaran sains selama ini, dll
BAB 2 (What) menjelaskan apa itu,
karakteristik, ciri khas, dari metode/ media/ model/ yang menjadi fokus dari
tulisan
BAB 3,4,5 dan sterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
📗 Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagi contoh mind miping dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind mipping sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemic yang notaben jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuuk menyelesaikan semua KD yang ada.
📗 Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.
📗 Untuk bahasa, susunan dan gaya penulisan tergantung penulis sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis makan akan semakin oke bukunya.
📗 Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun dari situs blosg yang resmi seperti kemendikbud.go.id.
📗 Jangan lupa juga memberikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan dari penelitian agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.
📗 Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.
📗 Agar tidak dikatakan self plagiarism, sebaiknya tidak hanya sekedar copy paste KTI untuk dijadikan buku. Tetap tulis ulang setiap kalimat yang ada, namun tidak mengubah arti kalimat yang ada di KTI asli, misalnya menggunakan teknik paraprasa.
Dari apa yang dipaparkan pada pertemuan malam ini, ide menulis dan membuat buku semakin bertambah. Tinggal kita, mau apa tidak mengangkat pena menghasilkan karya.
Selalu semangat guru-guru hebat, WE CAN IF WE THINK WE CAN
PANGKALPINANG,
NUR AZIZAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar