Jumat, 14 Februari 2022
Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Gelombang : 23
Resume ke : 13
Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Nara Sumber : Susanto, S.Pd.
Moderator : Muliadi
Kembali menyimak materi pada kelas BM kali ini dalam keadaan yang sudah mulai pulih alangkah bersyukurnya. Materi pada pertemuan hari ini menurut saya sangat penting untuk disimak, "PROOFREADING".
Benar sekali seperti yang dikatakan oleh moderator malam ini, Pak Muliadi, bahwa kadang sebuah tulisan yang sederhana kurang dipahami maknanya dikarenakan adanya kesalahan pengetikan atau yang dikenal dengan istilah "Typo", struktur kalimat yang kurang tepat atau tanda baca yang salah.
Teringat lagi pengalaman menulis skripsi atau tesis yang ketika dikonsultasikan kepembimbing, masih banyak tanda tanya merah atau coretan yang membuat kening berkerut. 😧😱
Masalahnya apa? Tak jarang hal tersebut dikarenakan banyaknya salah tanda baca, typo atau salah struktur (apalagi bahasa Inggris 😁). Nah, mungkin disinilah salah satu peran dosen pembimbing, menjadi proofreader agar apa yang ditulis didalam skripsi atau tesis menjadi mudah dipahami dan mempunyai benang merah yang jelas dari awal sampai akhir.
Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh nara sumber pada pertemuan kali ini sayang jika dilewatkan, apalagi bagi peserta BM yang sedang merajut asa menjadi seorang penulis handal. 😉💪💪
Pak Muliadi dengan hangatnya memperkenalkan nara sumber malam ini pak Sunsanto yang akrab dipanggil pak D dalam dunia tulis menulis. Pak D merupakan salah satu penulis yang cukup berpengalaman. Tidak hanya menulis beliau juga dikenal sebagai editor dan kreator konten. Beliau sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru sekolah dasar di kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan. Pak D Sendiri adalah alumni kelas BM angkatan 15.
Setelah itu beliau mempersilahkan pak D untuk menyampaikan materinya: "Kemakassar makan coto, silahkan pak D Susanto"
(CAKEP ... Mantap pak Mul pantunnya 😀)
Pak D memulai pertemuan dengan memberikan apresiasi tulisan peserta BM di resume sebelumnya seperti tulisannya Bu Nur Dwi Yanti salah satu rekan saya di tim jreng jreng GMLD. Seorang guru yang selalu semangat, full of power seperti batere alkalin, hehehehe😍😍
Pak D mengemukakan bahwa gaya bercerita bu Nur Dwi sangat menarik sekali. Beliau juga mengutip salah satu kalimat bu Nur Dwi:
👉 "Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.
Kemudian secara langsung kami diminta kesediaan untuk melakukan proofreading dengan menuliskan kembali kalimat tersebut menjadi tulisan dengan ejaan yang "lebih baik". Banyak yang mencoba seperti:
👉 Kata Cici, "Hmmm... Aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari pak Mazmo."
Selanjutnya, pak D juga memberi contoh proofreading dari kalimat yang beliau kutip:
👉 "Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.
setelah diperbaiki menjadi:
👉 "Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.
Membaca kalimat yang diperbaiki pak D, membuat saya bertanya-tanya:
"Apa yang diperbaiki?" tanya saya dalam hati.
"Semua kata-katanya masih sama kok, susunannya juga sama."
Kemudian saya cek lagi berulang-ulang.
"Ooo ... I see. I got it. Ternyata ada perbedaan di penulisan "..." dan huruf besar atau kecil."
Benar sekali, setelah membaca penjelasan pak D bahwa tanda Elipsis/Titik Tiga (...) dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag".
Jadi, disinilah saya menyadari bahwa dalam melakukan proofreading, kita harus jeli dan teliti untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.
Mengapa harus melakukan proofreading?
Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak dilewatkan. Terutama jika sebuah tulisan akan diterbitkan untuk konsumsi khalayak luas.
Pak
D menjelaskan bahwa proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca
adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa
apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut agar tulisan mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.
Lebih lanjutl lagi, pak D menjelaskan bahwa ada perbedaan antara proofreading dengan editing. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Dengan humblenya Pak D melanjutkan penjelasannya bahwa dalam melakukan proofreading bisa dibantu oleh seorang proofreader. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami, apakah kalimatnya efektif atau tidak, susunannya sudah tepat atau belum.
Nah, bisakah proofreading dilakukan oleh penulis itu sendiri?
"BISA", tapi ... Pastikan tulisannya SUDAH SELESAI.
WHY???
Agar tidak TERJEBAK untuk segera memperbaiki dan akhirnya tulisan tidak selesai-selesai.
Ketika sedang menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna, khawatir tulisannya jelek, tidak layak dibaca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Jika ini terus dilakukan dan sambil memperbaiki, akhirnya ide yang sudah siap dituangkan menjadi tulisan akan hilang karena sibuk memperbaiki sehingga tulisannya tidak selesai.
Selain itu juga harus objektif. Agar objektif, setelah tulisan selesai, endapkan dulu beberapa jam atau beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk membebaskan pikiran kita dari ide yang baru saja dituangkan.
Untuk langkah-langkah menjadi proofreader, pak D menjelaskan bahwa:
👉 Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, dimana seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
👉 Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
👉 Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
👉 Langkah Keempat
1. Cek ejaan yang ke KBBI, tetapi ada juga yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
👉 Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo dan penyingkatan kata.
Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Cara mudah melakukan proofreding terutama pada typo, bisa disimak melalui video yang dibuat oleh pak D dari apa yang diajarkan oleh bu Rita Wati di Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=tZZgrv5-JXo
Dari apa yang disampaikan oleh pak D pada pertemuan malam ini, penting sekali untuk kita membaca ulang tulisan kita (tentunya setelah tulisan selesai). Selain itu, minta orang lain untuk membaca tulisan tersebut sebelum diterbitkan atau diserahkan kepada penerbit.
Pak Mamat jualan tomatch
Pak D, thank you so much👏👏👏
Pak Mamat jemur ikan tri diatap
Pak D, materinya mantap👍👍👍
Pak Mamat banyak beli saham
Pak D, saya makin paham 😊😊😊
Pangkalpinang, 14 Februari 2022
NUR AZIZAH-PKP
Keren say...👍👍🥰
BalasHapusblognya bagus dan menarik bu . tulisannya juga bagus... ada penegasan pada warna pada kata atau kalimat. lanjutkan bu...
BalasHapusBukan plecing sembarang plecing,
Tapi ini plecing sambel pedas
Bukan proofeading bukan editing
makin mecing jika di terapkan
(naaf belajar buat pantun tapi belum pas....)
Keren resumenya... Yukkk kta jadi diri sendiri dalam nulis. Oya untuk masukkan link youtube itu bisa masuk ke sisipkan video, kemudian ikuti petunjuknya. Supaya bisa tampil bentuk video. Resumenya keren pollll
BalasHapusMantul dan rentulllll semangat
BalasHapusSistematis dan keren Bu semangat ya BU
BalasHapusBagus bu semakin mantap sesudah belajar proofeading
BalasHapusSemangat.......semoga kita bisa menyelesaikan tantangan ini hingga akhir kelulusan....salam.literasi
BalasHapus