Kamis, 24 Oktober 2024

Hi ...

 Hi ...  it's so long...

I miss this blog so much. So sorry, for not seeing you for so long.

Thanks CGP, after years, I write something again in this blog. You remind me "a friend" that keeps my words, my stories, and my journey gently.

Tonight after finishing and submitting my work for CGP, I read again all my writings.

It's so amazing for me that I've ever written those things.

All of them make me smile, laugh, proud and keep me up through my journey and reach my goals. But only one writing since I wrote until now, everytime I read it, it makes me cry 😭😭😭😭 "SYUKURKU-3 NOPEMBER BERCERITA"

Imagine all people around me who love me much, who keep my heart, those people who know me well, whose hands that sweep my tears, whose millions smiles that make me fly, whose shoulder for me to lean on, yeah ... they are my soul. Thank you so much ALLAH for giving them to meπŸ’–πŸ’–πŸ’–




Blog Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1



RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI - MODUL 3.1 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN


 Cuaca dingin minum bandrek hangat

Bandrek diminum rasanya pas dilidah

Wah semua CGP terus bersemangat

Awal yang baik untuk hasil yang indah


  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
   Filosofi Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi individu sementara para tahap Triloka menekankan keputusan yang berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan universal dan tanggung jawab. Keduanya mengajarkan bahwa keputusan seorang pemimpin harus mempertimbangkan kebutuhan individu serta nilai-nilai yang lebih luas sehingga keputusan tersebut merupakan solusi terbaik, dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi semua pihak terutama berpihak pada murid.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
      Nilai-nilai yang kita anut mempengaruhi prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan dan tergantung atau disesuaikan pada kondisi dan situasi yang terjadi. Apapun prinsip yang dianut (hasil akhir, peraturan atau rasa peduli), haruslah bersumber pada nilai-nilai kebajikan universal sesuai dengan dasar pengambilan keputusan. Dengan mengacu pada prinsip dan nilai yang sesuai, maka kita akan mengambil keputusan yang lebih bijak, dapat dipertanggung jawabkan dan berpihak pada murid.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambilApakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebutHal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
      Materi pengambilan keputusan memberikan cara untuk analisis dan evaluasi atau menguji keputusan yang diambil. Pada materi coaching membantu memberikan umpan balik dan reflektif tambahan. Pada proses coaching seorang coach membantu coachee menentukan dan mengambil keputusan terkait solusi dari permasalahan yang dihadapi dan pada modul ini diarahkan cara mengetahui apakah keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan, sudat tepat dan bermanfaat untuk kepentingan bersama terutama pada murid. 

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
      Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya sangat lah penting dalam kasus dilema etika. Guru yang menyadari dan mengelola aspek sosial emosional dengan baik akan membuat keputusan yang lebih empatik, adil dan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal lainnya, khususnya dalam kasus dilema etika dimana keputusan yang dibuat dapat membantu guru memahami dan mempertimbangkan dampak dari keputusan tersebut untuk kebaikan bersama yaitu murid, guru dan sekolah.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
      Studi kasus moral atau etika berkaitan dengan nilai-nilai pendidik yang dapat melatih ketepatan dan kebijakan dalam pengambilan keputusan. Pendidik dapat menguji penerapan nilai-nilai tersebut dalam praktik sehari-hari terutama dalam memutuskan mana yang baik dalam proses pembelajaran atau hal lain terkait dengan kabaikan bagi murid sehingga hal ini menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip etis dan nilai-nilai kebajikan universal dipraktikkan dalam situasi nyata dan menilai komitmen pendidik terhadap perannya dalam menuntun murid.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?
     Pengambilan keputusan yang tepat tentunya dapat menciptakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan semua anggota komunitas. Dalam hal ini pastinya semua pihak merasa tidak ada yang dirugikan dan menyakini bahwa keputusan tersebut mendukung tujuan pendidikan dan mempunyai manfaat tinggi bagi semua.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
      Tantangan yang dihadapi untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika adalah mind set yang berbeda, perbedaan pendapat, perasaan tidak enak dan tekanan dari berbagai pihak. Namun dengan berpegang pada aturan dan nilai-nilai kebajikan universal serta berdasarkan paradigma, prinsip dan langkah pengujian, keputusan yang diambil dapat menjadi keputusan yang terbaik.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
      Keputusan yang tepat memastikan bahwa metode pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing murid. ini membantu dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan memerdekakan, mendukung pencapaian individual dan menuntun  murid pada kodrat dan pengembangan potensinya.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
       Keputusan seorang pemimpin pembelajara pastinya akan mempengaruhi kehidupan dan masa depan murid baik ketika sedang menjadi murid ataupun nantinya setelah lulus dari sekolah. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil, proses dan lingkungan pembelajaran yang disuguhkan dan dukungan yang diberikan harus merupakan keputusan yang baik yang dapat membantu menciptakan kesempatan yang lebih baik dan mendukung perkembangan murid secara optimal yang dapat menumbuhkembangkan potensi murid.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
      Modul ini memperdalam pemahaman tentang pengambilan keputusan etis yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal serta prinsip-prinsip dan paradigma yang mendasarinya dan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan sehingga apapun keputusan yang diambil, seorang pemimpin pembelajaran harus untuk kepentingan bersama, dapat dipertanggungjawabkan dan berpusat pada murid sesuai dengan filosofi KHD.

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
      Saya memahami konsep seperti dilema etika paradigma, prinsip, dan langkah pengujian dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin, memberikan wawasan baru tentang kompleksitas pengambilan keputusan yang dapat dilihat dari beberapa aspek serta kaitannya dengan peran saya sebagai guru lebih dari sebelumnya.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
      Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema etika tetapi pada saat itu tidak ada langkah pengujian dalam pengambilan keputusan.

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
      Perubahan yang terjadi setelah mempelajari modul ini tentunya dalam pengambilan keputusan terutama terkait dilema etika lebih mengacu pada paradigma, prinsip dan langkah pengujian agar keputusan yang diambil efektif dan tepat. 

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

    Modul ini sangat penting karena membantu memahami bagaimana cara mengambi keputusan yang tepat baik untuk diri saya sendiri maupun sebagai seorang pemimpin pembelajaran dan dapat meningkatkan peran dan nilai saya sebagai seorang guru yang berusaha memberikan yang terbaik untuk murid dan sekolah.

SEMOGA RANGKUMAN INI BERMANFAAT UNTUK SEMUA.

TERGERAK, BERGERAK, MENGGERAKKAN
TERIMA KASIH ...





Rabu, 16 Februari 2022

MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH


 

Jumat, 28 Januari 2022

Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Gelombang        : 23

Pertemuan ke     : 6

Nara sumber     : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Moderator         : Raliyanti

 



Skripsi dan tesis jadi buku?

Bener enggak sih?

Selama ini, tahunya memang dijilid sepeti buku tapi ya tetap skripsi atau thesis.

Nah bagaimana ceritanya bisa jadi buku? Apalagi yang ber ISBN.

Pertemuan malam ini dimana bu Raliyanti sebagai moderator membersamai nara sumber hebat, bu Noralia, yang memberikan penjelasan yang sangat bermanfaat sekali sebagai salah satu cara untuk mempunyai buku sendiri.

Bu Noralia merupakan sesorang guru di SMPN 8 Semarang, penulis, blogger dan juga alumni kelas BM yang bukunya tembus di penrbit mayor Andi Offset.πŸ‘πŸ‘

Pada penyampaian materinya, Bu Nora menjelaskan bahwa KTI yang sudah kita buat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bisa dijadikan buku sehingga tidak hanya tersimpan diperpustakaan. 

Dengan mengkonversi skripsi menjadi buku maka akan memperoleh banyak manfaat seperti:

·  πŸ‘‰ Dapat dibaca oleh masyarakat awam.

  πŸ‘‰ Buku dapat diperjual belikan sehingga akan ada keuntungan material yang didapat.

·  πŸ‘‰ Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.

·  πŸ‘‰ Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri.

   πŸ‘‰ Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.

Lalu bagaimana caranya?

Trik merubah KTI menjadi buku adalah:

πŸ“— Mengubahnya kedalam format buku (Judul, kata penngantar, prakata, daftar isi, isi buku, daftar pustaka, synopsis dan profil penulis).

πŸ“— Mengkonversi judul, dengan menggunakan bahasa popular, santai, dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6, namum tidak mengubah arti judul karya ilmiah yang telah dibuat. Sebagai contoh: judul skripsi: “efektivitas metode SEM berbasis mind maping untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran kimia kelas X SMA. Menjadi “Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI.”

πŸ“— Buat daftar isi sesuai dengan daftar isi buku bukan karya ilmiah. Bisa mengikuti pedoman 2W+1H.

BAB 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran, seperti masalah pembelajaran sains selama ini, dll

BAB 2 (What) menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/ media/ model/ yang menjadi fokus dari tulisan

BAB 3,4,5 dan sterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

πŸ“— Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagi contoh mind miping dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind mipping sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemic yang notaben jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuuk menyelesaikan semua KD yang ada.

πŸ“— Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.

πŸ“— Untuk bahasa, susunan dan gaya penulisan tergantung penulis sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis makan akan semakin oke bukunya.

   πŸ“— Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun dari situs  blosg yang resmi seperti kemendikbud.go.id.

   πŸ“— Jangan lupa juga memberikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan dari penelitian agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.

    πŸ“— Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

    πŸ“— Agar tidak dikatakan self plagiarism, sebaiknya tidak hanya sekedar copy paste KTI untuk dijadikan buku. Tetap tulis ulang setiap kalimat yang ada, namun tidak mengubah arti kalimat yang ada di KTI asli, misalnya menggunakan teknik paraprasa.

    Dari apa yang dipaparkan pada pertemuan malam ini, ide menulis dan membuat buku semakin bertambah. Tinggal kita, mau apa tidak mengangkat pena menghasilkan karya. 

    Selalu semangat guru-guru hebat, WE CAN IF WE THINK WE CAN

      PANGKALPINANG,

        NUR AZIZAH   

MENULIS BUKU MEMBUATKU NAIK KELAS DAN BERPRESTASI


 

Rabu, 26 Januari 2022

Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Pertemuan ke-5

Nara sumber : Aam Nurhasanah’

Moderator     : Dail Ma’ruf

 




"NAIK KELAS" dan "BERPRESTASI" adalah dua kata kunci yang menarik dalam pertemuan ini.

Bisa ya? 

Bisa menulis membuat kita “naik kelas dan berprestasi”? 

HOW???

Bukankah menulis membuat pusing hehehheπŸ˜¨πŸ˜€

Tapi setelah menyimak materi yang disampaikan bu Aam dan keberhasilan dari karya-karya beliau tentunya memang benar menulis membuat kita "NAIK KELAS" dan "BERPRESTASI"

Well, great teachers’ yang semangat, menulisnya selalu on fire, pertemuan ke 5 dari perkuliahan online BM malam ini di awali dengan Pak Dail yang ramah menyapa dan menyemangati peserta. 

Setelah membuka acara dan berdoa, beliau memperkenalkan Bu Aam sebagai narasumber hebat. Bu Aam adalah seorang guru dengan segudang prestasi nasional, jam terbang nara sumber yang tinggi dan tullisan yang banyak mulai dari modul, antalogi sampai puluhan buku solo. 

Enggak percaya? Bisa dilihat di link ini: https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html  agar lebih kenal dengan profil bu Aam.

Dengan humblenya dan tak lupa berterimakasih kepada Om Jay, sang founder sekaligus guru blogger Indonesia, Bu Aam mulai berbagi kisahnya dalam dunia tulis menulis.

Sama seperti posisi kami, bu Aam juga ternyata alumni kelas BM PGRI gelombang 8 tahun 2020 tetapi karena kurang fokus, banyak resume yang tertinggal dan akhirnya tidak lulus. 

Sempat patah hati dan hampir menyerah, kemudian beliau kembali bangkit di BM gelombang 12 dan disinilah beliau menemukan kekuatan dan semangat baru, bukan hanya menulis resume sampai akhir tetapi juga menghasilkan tulisan. 

Buku Antalogi “Semangat Menulis  Bersama Bunda Kanjeng” adalah tulisan pertamanya dan bermakna.  Kemudian disusul lahir buku solo perdananya.  

Benar-benar sebuah kisah yang menyadarkan kita bahwa “SEMANGAT” itu kunci untuk sampai digaris finish.

Buku solo bu Aam terinspirasi dari pengalaman pribadinya, misalnya seperti mengikuti BM, menjadi moderator di kelas Om Jay ataupun hasil ngeblog, dimana beliau juga meraih juari I lomba blog pada bulan Maret 2021. Sekarang beliau naik kelas menjadi editor dan bekerjasama dengan bunda Kanjeng di Oase Pustaka.

Nah apa yang dimaksud dengan naik kelas dengan menulis adalah bagaimana kita berproses dari nol sampai bisa ketempat yang lebih tinggi.

Bu Aam terus berproses dan naik kelas. Sekarang, selain editor juga menjadi kurator, contohnya menghimpun naskah-naskah peserta lain dimulai dari naskah best practice kepala sekolah wilayah Bina III Lebak yang berjudul “Jejak Langkah Mengukir Prestasi”, dan juga kurator naskah alumni kelas menulis Om Jay.

Seperti sekarang, beliau kembali mengasah diri mengikuti tantangan menulis satu minggu dengan penerbit mayor. Gimana caranya dalam 10 hari satu buku solo? Ternyata rahasianya setiap hari beliau menulis 1 bab yang terdiri dari 10 halaman A4. Dengan begitu selama 6 hari satu bab jadi 60 halaman. Jika dipindahkan ke A5 akan menjadi 120 halaman. 1 hari untuk editing.

Bagi bu Aam, tidak ada kata capek untuk menulis tapi malah membuat Bahagia.

“Cinta emang indah bila disyukuri” sehingga naik kelas dan bisa meninggalkan jejak dibanyak buku yang dihasilkan.

Pada sesi tanya jawab, pertanyaan dari penanya pertama yaitu dari Pak Syamsurizal menarik perhatian saya . 

WHY??? Karena apa yang ditanyakan beliau sesungguhnya adalah yang ingin saya tanyakan juga. 

Pak Syam bertanya apa yang membuat motivasi bu Aam kembali bergabung di BM gelombang 12, kiat bu Aam membukukan pengalaman kedalam buku solo dan rahasia menulis tidak bosan.

Bu Aam menjelaskan bahwa yang membawa beliau kembali bergabung di BM 12 adalah kepercayaan diri. Mind set bu Aam "Masa yang lain lulus, saya tidak lulus?"

Selain itu karena bu Aam yakin bahwa bakat bisa dilatih dan diasah. Yang diperlukan adalah fokus dan niat yang ditanamkan sejak awal. 

Rahasia menulis bu Aam adalah jangan dijadikan beban tapi jadikan kebutuhan. Sehari saja tidak menulis, maka hidup akan terasa kurang seperti sayur tanpa garam. Jadikan menulis sebagai passion atau gairah yang terus memompa untuk berkarya mengukir keabadian. Menulis bisa dimulai dari pengalaman priibadi, hal-hal yang disukai atau menarik.

Pertanyaan berikutnya terkait keraguan dalam menulis. Menyikapi hal ini, Bu Aam memaparkan setiap penulis pemula pasti punya keraguan saat pertama kali menulis. Ragu tulisan jelek, ragu tulisan tidak dibaca orang, ragu tulisan tidak bermanfaat dan lainnya. Semua ini juga di alami oleh bu Aam.  

Nah, cara beliau memotivasi diri adalah biarlah tulisanmu berproses. Menulis dan terus menulis setiap hari. Menulis hal-hal kecil, bisa berarti besar bagi orang lain. Tetap niatkan menulis supaya berbagi kebaikan dan manfaat itu tujuan utama. Tulisanmu akan menemukan takdirnya. PD saja menulis.

Mulailah menulis dari hal-hal yang bersifat sederhana, yang disukai, yang dialami. Menulislah 3 alenia: pembuka, isi dan penutup. Mulai dari membuat resume akhirnya bisa jadi buku.

Untuk menulis berkualitas, banyak cari referensi supaya buku kita berbobot bisa kllik google scholar atau academia. 

Selain itu, blog walking bisa dijadikan cara untuk memdapatkan ide dan pengolahan kata. Buat resume yang berbeda dengan teman. Pastikan tullisan bapak ibu dirindukan dan dinantikan. Tulisan yang dapat menarik pembaca, dimulai dengan paragraph pembuka yang menarik. Bisa pantun, kalimat motivasi atau kata bijak penulis dunia.

Bu Aam juga membagikan tips menulis agar bisa "NAIK KELAS" dan "BERPRESTASI":  

πŸ‘‰ Berusaha menulis dari hati dengan mengekspresikan ide-ide yang berserak.

·   πŸ‘‰ Taklukkan rasa malas Ketika hendak menulsi, PD saja Ketika menulis.

·   πŸ‘‰ Sebelum tulisan dipblish, cek lagi tullisan sehingga tidak ada typo.

    πŸ‘‰ Sering blog walking dan memberikan komentar pada blog teman.

·   πŸ‘‰ Latihlah keterampilan menulis dengan menulis setiap hari.

·   πŸ‘‰ Ikutlah challenge menulis setiap ada kesempatan.

·   πŸ‘‰ Jangan kecewa Ketika belum menang atau gagal tetap semangat menulis untuk terus berprestasi.

·   πŸ‘‰ Menulislah untuk berbagi dan menginspirasi negeri. 

   So great teachers and everybody, let's start writing from now on

  Pangkalpinang, 

  NUR AZIZAH

Senin, 14 Februari 2022

PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

 

Jumat, 14 Februari 2022

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang    : 23

Resume ke    : 13

Tema         : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Nara Sumber : Susanto, S.Pd.

Moderator    : Muliadi

Kembali menyimak materi pada kelas BM kali ini dalam keadaan yang sudah mulai pulih alangkah bersyukurnya. Materi pada pertemuan hari ini menurut saya sangat penting untuk disimak, "PROOFREADING".

Benar sekali seperti yang dikatakan oleh moderator malam ini, Pak Muliadi, bahwa kadang sebuah tulisan yang sederhana kurang dipahami maknanya dikarenakan adanya kesalahan pengetikan atau yang dikenal dengan istilah "Typo", struktur kalimat yang kurang tepat atau tanda baca yang salah. 

Teringat lagi pengalaman menulis skripsi atau tesis yang ketika dikonsultasikan kepembimbing, masih banyak tanda tanya merah atau coretan yang membuat kening berkerut. 😧😱

Masalahnya apa? Tak jarang hal tersebut dikarenakan banyaknya salah tanda baca, typo atau salah struktur (apalagi bahasa Inggris 😁). Nah, mungkin disinilah salah satu peran dosen pembimbing, menjadi proofreader agar apa yang ditulis didalam skripsi atau tesis menjadi mudah dipahami dan mempunyai benang merah yang jelas dari awal sampai akhir.

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh nara sumber pada pertemuan kali ini sayang jika dilewatkan, apalagi bagi peserta BM yang sedang merajut asa menjadi seorang penulis handal. πŸ˜‰πŸ’ͺπŸ’ͺ

Pak Muliadi dengan hangatnya memperkenalkan nara sumber malam ini pak Sunsanto yang akrab dipanggil pak D dalam dunia tulis menulis. Pak D merupakan salah satu penulis yang cukup berpengalaman. Tidak hanya menulis beliau juga dikenal sebagai editor dan kreator konten. Beliau sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru sekolah dasar di kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan. Pak D Sendiri adalah alumni kelas BM angkatan 15.

Setelah itu beliau mempersilahkan pak D untuk menyampaikan materinya: "Kemakassar makan coto, silahkan pak D Susanto" 

(CAKEP ... Mantap pak Mul pantunnya πŸ˜€)

Pak D memulai pertemuan dengan memberikan apresiasi tulisan peserta BM di resume sebelumnya seperti tulisannya Bu Nur Dwi Yanti salah satu rekan saya di tim jreng jreng GMLD. Seorang guru yang selalu semangat, full of power seperti batere alkalin, hehehehe😍😍

Pak D mengemukakan bahwa gaya bercerita bu Nur Dwi sangat menarik sekali. Beliau juga mengutip salah satu kalimat bu Nur Dwi: 

πŸ‘‰ "Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.

Kemudian secara langsung kami diminta kesediaan untuk melakukan proofreading dengan menuliskan kembali kalimat tersebut menjadi tulisan dengan ejaan yang "lebih baik". Banyak yang mencoba seperti:

πŸ‘‰ Kata Cici, "Hmmm... Aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari pak Mazmo."

 

Selanjutnya, pak D juga memberi contoh proofreading dari kalimat yang beliau kutip:

πŸ‘‰ "Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.

setelah diperbaiki menjadi:

πŸ‘‰ "Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

Membaca kalimat yang diperbaiki pak D, membuat saya bertanya-tanya: 

"Apa yang diperbaiki?" tanya saya dalam hati.

"Semua kata-katanya masih sama kok, susunannya juga sama."

Kemudian saya cek lagi berulang-ulang. 

"Ooo ... I see. I got it. Ternyata ada perbedaan di penulisan "..." dan huruf besar atau kecil."

Benar sekali, setelah membaca penjelasan pak D bahwa tanda Elipsis/Titik Tiga (...)  dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag".

Jadi, disinilah saya menyadari bahwa dalam melakukan proofreading, kita harus jeli dan teliti untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.

Mengapa harus melakukan proofreading?

Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak dilewatkan. Terutama jika sebuah tulisan akan diterbitkan untuk konsumsi khalayak luas.

Pak D menjelaskan bahwa proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut agar tulisan mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Lebih lanjutl lagi, pak D menjelaskan bahwa ada perbedaan antara proofreading dengan editing. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Dengan humblenya Pak D melanjutkan penjelasannya bahwa dalam melakukan proofreading bisa dibantu oleh seorang proofreader. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami, apakah kalimatnya efektif atau tidak, susunannya sudah tepat atau belum.

Nah, bisakah proofreading dilakukan oleh penulis itu sendiri?

"BISA", tapi ... Pastikan tulisannya SUDAH SELESAI.

WHY???

Agar tidak TERJEBAK untuk segera memperbaiki dan akhirnya tulisan tidak selesai-selesai. 

Ketika sedang menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna, khawatir tulisannya jelek, tidak layak dibaca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Jika ini terus dilakukan dan sambil memperbaiki, akhirnya ide yang sudah siap dituangkan menjadi tulisan akan hilang karena sibuk memperbaiki sehingga tulisannya tidak selesai.

Oleh karenanya, proofreader bertindaklah sebagai seorang “pembaca”.

Selain itu juga harus objektif. Agar objektif, setelah tulisan selesai, endapkan dulu beberapa jam atau beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk membebaskan pikiran kita dari ide yang baru saja dituangkan.

Untuk langkah-langkah menjadi proofreader, pak D menjelaskan bahwa:

πŸ‘‰ Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, dimana seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

πŸ‘‰ Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

πŸ‘‰ Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

πŸ‘‰ Langkah Keempat
1.  Cek ejaan yang ke KBBI, tetapi ada juga yang mencerminkan gaya penerbit
2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3.  Konsistensi nama dan ketentuannya
4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

πŸ‘‰ Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo dan penyingkatan kata.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah melakukan proofreding terutama pada typo, bisa disimak melalui video yang dibuat oleh pak D dari apa yang diajarkan oleh bu Rita Wati di Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=tZZgrv5-JXo

Dari apa yang disampaikan oleh pak D pada pertemuan malam ini, penting sekali untuk kita membaca ulang tulisan kita (tentunya setelah tulisan selesai). Selain itu, minta orang lain untuk membaca tulisan tersebut sebelum diterbitkan atau diserahkan kepada penerbit.

Pak Mamat jualan tomatch

Pak D, thank you so muchπŸ‘πŸ‘πŸ‘

Pak Mamat jemur ikan tri diatap

Pak D, materinya mantapπŸ‘πŸ‘πŸ‘

Pak Mamat banyak beli saham

Pak D, saya makin paham 😊😊😊

 

Pangkalpinang, 14 Februari 2022

NUR AZIZAH-PKP

MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Jumat, 11 Februari 2022

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang    : 23

Resume ke    : 12

Tema         : Mengelola Majalah Sekolah

Nara Sumber : Widya Setianingsih, S.Ag.

Moderator    : Maesaroh, M.Pd.

Memang benar sekali ketika nara sumber-nara sumber sebelumnya mengatakan bahwa pembukaan itu menentukan, sehingga dalam menulis, salah satu triknya buatlah parapraf awal atau pembuka yang menarik, memancing pembaca untuk terjun didalam cerita yang menantang dan membuat penasaran.

Kayaknya bu Maesaroh sebagai moderator berhasil menggunakan trik tersebut dengan membuka pertemuan malam ini dengan ukiran penanya yang menyentuh jiwa:

"Sebuah temu semoga melabuhkan rindu, hingga tercipta semangat yang menggebu menghinggapi derai angin yang mencipta segumpal kenangan enggan mati. Selamat malam Bapak/Ibu hebat Penggiat Literasi di Seluruh Pelosok Negeri. 

Jumpa kembali dengan Maydearly yang siap mebingkai malam ini dengan bait-bait ilmu dari Narasumber hebat Arema. Sang waktu terlalu cepat menarik pelatuknya, mengitari hari demi hari, mengantarkan senja menuju buana nan gulita. 

Menapaki sejengkal episode tentang bait ilmu untuk menciptakan taman pengetahuan yang menawan. Hingga tak terasa sampai di Episode ke-12 yang bertajuk Mengelola Majalah Sekolah. Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa  lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman. Anggap saja malam ini, aku menyuguhimu dengan lelehan madu yang menggoda"πŸ˜±πŸ˜‚πŸ˜‚

Terhipnotis dengan indahnya rangkaian kata bu May, saya yang sedang menunaikan tugas sekolah untuk ikut dalam sosialisasi kurikulum prototipe oleh SMK PK, tetap berusaha membagikan fokus tetapi harus tetap FOKUS, mengikuti dan menyimak materi BMπŸ’ͺπŸ’ͺ

Iya... agar bisa menjadi mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada dalam mengukir frasa😍

Andaikan pertemuan ini live show bukan diWAG, saya dapat membayangkan betapa megahnya musik, indahnya sorot lampu and great applause for her ketika bu May memperkenalkan nara sumber yang hadir dengan "Sense of Motivation" who is always on fire, bu Widya, terbukti dengan berhasinya sebagai alumnus pertama di BM 21 dengan karya pertamanya "Laras-laras Makna dalam Puisi."

 

Bu Widya malam ini membekali kami, khususnya saya, dengan sattu hal yang baru.

"MAJALAH SEKOLAH" 

Sudah lama saya tidak melihat dan membaca majalah sekolah, jika tidak salah ingat terakhir ketika saya masih duduk di kelas 3 SMA. Seru membaca majalah sekolah, seperti membaca majalah Aneka Yes yang populer dikalangan anak muda waktu itu. Membaca majalah sekolah membuat kita mengetahui berbagi kegiatan sekolah saya, apalagi ketika membaca siswa yang menjadi profilnya adalah seseorang yang sedang dikejar-kejar informasinya, hehehehe. 

Selain itu, pasti ada rasa bangga juga, ketika sekolah mempunyai majalah yang belum tentu sekolah lain punya. Tapi sayangnya sekarang majalah sekolah agak langka ditemukan bahkan disekolah tempat saya mengajar juga tidak ada majalah sekolah. Entah, dikarenakan biaya, manajemen atau SDMnya. 

Menyimak materi malam ini, alhamdullillah kembali mencerahkan, bak melihat pelangi setelah hujan. Semoga semangat yang kembali berkobar untuk mengadakan majalah sekolah dapat tercapai, minimal ide ini harus tersampaikan kesekolah sehingga bisa direalisasikan. Seperti yang dijelaskan oleh Bu Widya bahwa majalah sekolah adalah majalah yang dikelola, dibuat dan di edarkan dikalangan sekolah. Dari dan untuk sekolah.

So, apa sih untungnya mempunyai majalah sekola? Apa hanya untuk cari-cari informasi dan rasa bangga? Oh tentu tidak.

Dalam paparannya bu Widya menjelaskan beberapa manfaat majalah sekolah, seperti:

 πŸ’‘ Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa.

 πŸ’‘ Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan, dan hiburan.

 πŸ’‘ Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll).

 πŸ’‘ Sarana publikasi sekolah di masyarakat.

 πŸ’‘ Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Untuk susunan redaksinya seperti gambar dibawah ini:


Dalam membuat majalah sekolah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:
1. Nama majalah yang tentunya harus unik, menarik dan mudah diingat.
2. Artikel yang akan ditampilkan bisa berupa visi misi sekolah, salam redaksi, berita sekolah, profil guru, profil siswa, karya siswa, kegiatan siswa, kuiz berhadiah, prestasi sekolah, info dan pengumuman ataupun hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan sekolah.
3. ISBN majalah.
4. Bahasa yang digunakan dalam majalah misalnya bahasa keseharian yang tidak terlalu formal atau bahasa gaul dan yang penting bahasanya komunikatif sehingga seolah-olah sedang berbincang dengan pembaca.
5. Tema sebaiknya diambil dari hal-hal yang lagi booming atau trend.
6. Cover dan layout harus menarik.
7. Pembiayaan yang meliputi biaya cetak, honor crew, hadiah kuiz dan lainnya yang bisa bersumber dari siswa, BOSDA ataupun seponsor.
8. Percetakan
9. Upgrade ilmu secara kontinue.
10. Kekompakan tim yang harus terus dipupuk dan dijaga.

Dari pengalaman majalah sekolah yang diceritakan bu Widya yang berjudul "KHARISMA". Beliaupun menjelaskan diawal-awal tentulah sangat berat, dibentuk tahin 2007, sempat vakum di tahun 2008 dan reborn di tahun 2010. Yang awalnya sederhana dengan artikel yang belum beragam menjadi seperti sekarang yang lebih menarik, lebih beragam juga isinya. Yang sebelumnya jumlah halaman hanya 20 an sekarang menjadi 40 an. Tapi sejalan dengan waktu maka akan sampai kepada tujuan. 

 
Dari sesi tanya jawab, salah satu kunci adanya majalah disekolah adalah carilah SDM yang SUKA, MAU dan AHLI literasi, jaga SOLIDARITAS crew dan pintar-pintar dalam pembiayaan atau mencari sponsor πŸ˜€πŸ˜€ 

Selain itu, niat dan keinginan yang kuat untuk mengadakan majalah sekolah harus tertanam dan konsisten. Walaupun memang benar kadang niat dan keinginan tidak sejalan dengan kondisi dan harapan. Seperti dalam kegiatan pelatihan BM ini, pasang surutnya  kesempatan dan konsisten dalam mendisiplinkan diri untuk berproses untuk Belajar Menulis dan menghasilkan karya selalu dirasakan. Tapi tekad untuk sampai kegaris finish tetap on fire. Mengutip kalimat motivasinya bu Widya:

Tak akan mundur, sebelum resume meluncur. Pantang menyerah sebelum buku solo tercipta.

πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻 

Pangkalpinang, 11 Februari 2022

NUR AZIZAH-PKP

 

Rabu, 09 Februari 2022

 Rabu, 09 Februari 2022

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang    : 23

Resume ke    : 11

Tema          : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Nara Sumber : Sudomo, S.Pt.

Moderator    : Helwiyah

 

 

Membaca manisnya untaian kalimat pembuka yang dikirim oleh bunda Ewi di grup BM 23 hari ini kembali mengobarkan semangat saya untuk mengukir cerita di blog mengenai perkuliahan online belajar menulis pada pertemuan ke 11 ini.

Sambil berkumpul dengan keluarga yang sedang menikmati acara TV favoritnya anak-anak (kartun tentunya), saya menyimak setiap materi yang disampaikan.  

Dari judul flyer, kata-kata "Cerita Fiksi" menarik perhatian saya. Seandainya saya bisa menulis cerita fiksi yang menarik dan bermakna tentunya akan menjadi sesuatu yang bermanfaat minimal bagi anak-anak saya, syukur-syukur bisa untuk semua anak bangsa, aamiin...😊 (future dreams). 

Yah...jika saya bisa mengukir sebuah cerita yang ceria nan penuh pesan moral maka mereka tidak akan selalu antusias menunggu cerita dari setiap episode film kartun di TV. Mereka akan menanti jadwal dimana saya akan bercerita, memainkan peran sebagai seorang penulis sekaligus mama, ibu guru juga story teller (hehehehe), pasti seru.

Tapi gimana caranya????????????

Setiap "Si bungsu soleh" request: "Mama cantik, celita-celita dong. Mayem ni tentang Mangki dan Klokodaiy ma ok?" Pasti saya iya kan, tapi buku dongeng anak-anak secepat kilat sudah berada ditangan. 

Nah, jika sudah begitu bukan berarti cerita selesai, "Si bungsu soleh" saya yang comel pasti akan melayangkan protesnya: "Mama...celita tu la cudah kemalen malem"😁 hehehe. Jika sudah begini mulailah saya mengeluarkan ilmu modifikasi cerita-cerita dibuku dongennya yang kadang-kadang membuat kening "Si bungsu soleh" saya berkerut bingung tapi karena merdunya intonasi bercerita akhirnya sicomel masuk juga kedunia mimpinya yang ceria dan indah. 

Jujur, sebagai story tellernya, saya juga sebenarnya bingung dengan alur cerita yang saya modifikasiπŸ˜…πŸ˜….

So, singkat cerita, I am so excited dengan materi hari ini, "Kiat Menulis Cerita Fiksi"

Thanks million to Pak Momo atas sharing materi dan tipsnya kepada kami semoga menjadi semakin berkah ilmunya. Wow, Pak Momo yang seorang Sarjana Peternakan mumpuni dibidang literasi dan sudah menghasilkan banyak karya. Hal ini menjadi motivasi dan tantangan sendiri bagi kami, khususnya saya yang dari jurusan bahasa. 

Seperti yang disampaikannya, beliau adalah penulis fiksi (Wah pasti daya imajinasi pak Momo sangat luar biasa). Tulisan fiksi Pak Momo dapat dibaca di http://www.bianglalakata.wordpress.com/  dan http://www.eigendomo.com/

Tentunya setiap orang ada alasan-alasan tertentu dalam menulis fiksi. Salah satunya seperti alasan yang saya uraikan diawal. Di materi malam ini, Pak Momo, juga menambahkan wawasan kami "Mengapa harus belajar menulis fiksi?"

πŸ‘‰ Sebagai seorang guru, tulisan fiksi yang dibuat dapat memudahkan guru membuat soal latihan AKM bagi siswanya dimana salah satu aspek yang dinilai adalah kemampuan literasi teks fiksi.

πŸ‘‰ Cara asyik untuk menyuarakan isi hati melalui tokoh-tokoh yang diciptakan, sehingga bisa menyembunyikan dan menyembuhkan luka.

πŸ‘‰ Sebagai media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.

πŸ‘‰ Menjadi ladang tambahan poin dan koin 😍

Tapi lagi-lagi yang membuat banyak ??????????? berkeliaran dikepala adalah apa sih syarat bisa menulis Fiksi?

Pak momo, kembali memaparkan bahwa untuk bisa menulis fiksi, pertama-tama penulis harus mempunyai niat dan komitmen yang kuat. Harus mau dan mampu melakukan riset agar tulisan lebih nyata, membaca banyak cerita fiksi penulis lain dan memahami gaya menulisnya, mempelajari kaidah penulisan seperti yang ada di KBBI dan PUEBI dan yang terakhir memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi tentunya.

Selanjutnya, Pak Momo juga menjelaskan unsur-unsur pembangun cerita fiksi yang diantaranya:

πŸ“™ TEMA. Untuk tema bisa dipilih tema yang dekat, disukai ataupun dikuasi penulis.

πŸ“™ PREMIS, yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.

πŸ“™ ALUR/PLOT, yang merupakan rangkaian kejadian dalam cerita dari awal, konflik sampai ending.

πŸ“™ PENOKOHAN, karakter dalam cerita.

πŸ“™ LATAR/ SETTING, penggambaran waktu, tempat dan suasana

πŸ“™ SUDUT PANDANG, yang merupakan cara penulis menempatkan diri. 

Setelah itu Pak Momo juga membagikan bagaimana menulis cerita fiksi?

πŸ‘‰ NIAT untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi.

πŸ‘‰ Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

πŸ‘‰ Terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala dan pilih genre yang disukai dan kuasai.

πŸ‘‰ Membuat outline/kerangka karangan.  

πŸ‘‰ START WRITING!!!!!!

πŸ‘‰ Melakukan swasunting, dimana penyuntingan dilakukan setelah selesai menulis, jangan menulis sambil mengedit, fokus pada kesalahan, pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita, menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri😁 dan jangan lupa gunakan KBBI dan PUEBI.

Paparan materi yang mantap dan memotivasi, sekali lagi terima kasih Pak Momo. 

Semoga NIAT menulis cerita FIKSI

akan menjadi tulisan yang MENGINSPIRASI 

tentunya ketika kami berani MEMULAI MENULIS mengukir AKSI

semoga nantinya menjadi karya yang bergengsi dan tambahan KOMISI😁😁😁

 

Pangkalpinang, 09 Februari 2022

NUR AZIZAH-PKP

 

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...