Senin, 17 Januari 2022

IDE MENULIS BAGI GURU

Senin, 17 Januari 2022

Judul               : Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang    : 23

Resume ke     : 1

Tema             : Ide Menulis Bagi Guru

Nara Sumber : Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator     : Maesaroh, M.Pd.

Cuaca dingin minum bandrek hangat

Bandrek diminum rasanya pas dilidah

Wah semua peserta BM penuh semangat

Awal yang baik untuk hasil yang indah

Hari ini adalah pertemuan perdana Pelatihan Belajar Menulis (BM) PGRI yang sebelumnya grand opening kegiatan ini diadakan pada hari sabtu tanggal 15 Januari 2022.  Ini adalah Gelombang BM yang ke 23 dan 24. WOW... ini menunjukkan betapa banyaknya guru yang tertarik, antusias dan terinspirasi dengan pelatihan ini. Salah satunya saya yang sudah sangat lama ingin bergabung tetapi baru berkesempatan. 

Ini adalah kelas PGRI ke-3 yang saya ikuti, yang pertama adalah kelas GMLD 1 (Alhamdulillah sudah lulus) dan yang masih dalam proses EFT. Kelas-kelas PGRI yang dibentuk sang founder, Om Jay, memang T-O-P banget.

Seperti dipacu oleh sengatan listrik ribuan volt, rasanya motivasi untuk terus belajar, haus akan ilmu dan semangat saling bergerak bersama selalu saya rasakan setiap kali bergabung dikelas PGRI. Semoga semangat itu terus menyala sampai akhir pertemuan dengan membawa ribuan karung ilmu dari semua nara sumber hebat, dengan menghasilkan karya yang tidak sekedar mimpi, memperluas dan memperkuat relasi persaudaraan dalam ikatan guru Indonesia. 👍👍💪💪💖

Well, I am here now.....

Kembali saya beranikan langkah, menceburkan diri "disarang penggiat literasi nusantara", Grup Belajar Menulis. Bismillahirohmanirohim...😊

Nara Sumber pada pertemuan perdana ini adalah Bapak Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Om Jay. Tema "Ide Menulis Bagi Guru" sangat lah pas dan menarik bagi kami peserta yang baru memulai menggerakkan pena mengukir cerita

Ketika mau menulis, tentunya banyak pertanyaan  yang berseliweran dibenak kita terutama berkaitan dengan 3 huruf ini, "IDE"

"IDE"nya apa?

"IDE"nya dari mana?

Merangkai "IDE"nya gimana?

"IDE" saya menarik enggak? tepat enggak? 

Haruskah saya tullis "IDE" ini? 

Dan banyak lagi pertanyaan mengenai "IDE" dalam menulis.

Setelah dipersilahkan oleh ibu Maesaroah yang ramah sebagai moderator, Om Jay mulai menyapa hangat peserta BM dan menjelaskan materinya. 

Om Jay menjelaskan bahwa ide menulis itu tidak jauh dari kita. Banyak disekitar kita. IDE bisa datang dari pengalaman pribadi. Tentunya setiap orang mempunyai pengalaman dan cerita tentang berbagai hal. Sebagai contoh bagi kita yang berprofesi sebagai guru, IDE bisa berupa pengalaman mengajar, keadaaan kelas, bagiamana aktifnya siswa di kelas atau disuatu organisasi sekolah. 

Selain itu, kisah keseharian kita juga bisa menjadi IDE menulis.

Yap...Mantap, IDE itu banyak. So, dari keseharian kita, bisa kita jadikan tulisan yang menarik dan memotivasi misalnya mengenai "Menggapai Cita", "Perjalanan Menjeput Jodoh", "Awal menjadi Ibu", dan lainnya.💎💎💎

Seperti kata Om Jay "Menulis itu asyik, Menulis itu membuat kita mengenal diri kita sendiri, dari menulis kita bisa menemukan IDE-IDE yang ada didepan mata kita" 

Nah, sekarang the main point nya adalah bagaimana kita MEMBIASAKAN menulis "IDE" yang ada dimana-mana tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh OM Jay bahwa pada awalnya beliau juga bukan guru yang suka menulis tetapi dengan "membiasakan diri menulis" akhirnya beliau bisa seperti sekarang yang menghasilkan banyak karya, tour ke berbagai belahan dunia, menjadi motivator, nara sumber dan founder kelas-kelas T-O-P PGRI seperti kelas BM ini.

Hal penting lainnya yang menjadi catatan saya pada pertemuan ini adalah ketika Om Jay mengatakan bahwa cara lain menulis adalah menuangkan apa yang kita inginkan, lakukan dan kita rasakan. 

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa inti dari menulis adalah menyampaikan pesan kepada pembaca. Nah, agar pesan tersebut tersampaikan, hendaknya harus dikemas semenarik mungkin mulai dari judul hingga isi tulisan. Buat pembaca enggan beranjak dari tulisan kita sehingga membaca sampai akhir.

"TULISAN YANG MENARIK?" HOW? satu pertanyaan yang menjadi PR saya💪💪

Kembali lagi salah satu kuncinya "MEMBIASAKAN DIRI" menulis dan terus berlatih.

Jadi terngiang kembali mantra ajaibnya OM Jay "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi"

Disesi tanya jawab, banyak sekali peserta yang antusias untuk bertanya termasuk saya, sampai-sampai bu Maesaroh sebagai moderatorpun merasa "diserang" oleh pertanyaan peserta 😄

Dari 32 pertanyaan yang diajukan oleh peserta ada beberapa hal yang menarik perhatian saya terkait menulis, diantaranya:

👉 "Mahkota" seorang penulis adalah buku.

👉 Tulislah dari yang dirasakan dan libatkan pembaca untuk merasakan apa yang ditulis.

👉 "Memaksakan" diri untuk menulis dan membaca tulisan orang lain, salah satu cara memerangi malas menulis.

👉 Tulislah semua ide yang mengalir. Jangan menulis sambil mengedit. Editan dilakukan setelah menulis.

👉 Menulis adalah sebuah keterampilan, jadi teruslah berlatih agar tulisannya berkualitas dan banyak diminati.

👉 Menulis di blog adalah salah satu cara untuk melatih menulis, menggerakkan pena.

👉 Menulis adalah cara kita menuju keabadian.

👉 Menulislah dari hatimu maka engkau akan bertemu dengan pembaca setiamu.

Dalam pertemuan perdana ini, Alhamdulillah OM Jay bukan hanya memotivasi dan menginspirasi tetapi juga mencerahkan kami peserta pelatihan BM terkait "IDE" menulis dan "MENULIS". 

SO, SEMUA BAPAK/ IBU GURU HEBAT

SEMANGAT SELALU DAN AYO SAMA-SAMA KITA MULAI MENULIS...

BERSAMA KITA BERGERAK MAJU MENGHASILKAN KARYA 

Nur Azizah, Pangkalpinang-BABEL


Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...