Kamis, 16 Desember 2021

BIG THANKS GMLD


Alhamdulillah....Ya Allah...segala keraguan diawal bergabung dengan grup GMLD ini, akhirnya bisa dilewati. 

Ya...awal membaca wa yang dishare di grup MGMP oleh seorang senior yang terkenal dengan julukan "JADUL MENJADI GAUL", mengenai pelatihan GMLD ini membuat saya BERSEMANGAT untuk bergabung. Keterbatasan pemahaman mengenai literasi digital membuat saya memantapkan langkah untuk mengklik link WAG yang dibagikan walaupun 1.000 keraguan membayangi:

1. Ragu karena keterbatasan keterampilan digital. 

2. Ragu, minder karena saya yang kerdil dari negeri laskar pelangi akan bertemu guru-guru yang super duper dari seluruh Indonesia.

3. Ragu karena waktu pelatihan yang lama dengan syarat yang WOW untuk kelulusan.

4. Ragu karena ini pertama bagi saya diwajibkan menulis resume minimal 16 pertemuan untuk setiap materi apalagi lewat blog, jika LULUS adalah cita-citanya.

5. Ragu apakah saya bisa ikut andil dalam menulis antalogi sebagai salah satu syarat kelulusan. MENULIS?????????????? menulis dimasa pelatihan yang tidak genap dua bulan ini????????????? Ikut kelas menulis saja tidak pernah๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“

6. Ragu karena bisakah saya membagi waktu dan tetap konsisten untuk ikut sampai selesai ditengah berbagai aktivitas.

Serta 994 keraguan lainnya yang akan panjang halaman blog saya jika saya uraikan satu persatu.

Namun, step by step, slow but sure semua keraguan itu mulai sirnah. Melihat kebawah, 20 deretan anak tangga yang sudah saya lewati, sangat jelas terlihat 1.000 keraguan saya rontok disetiap pertemuan pelatihan GMLD ini. BUKAN karena saya hebat dan mampu tapi karena saya bergabung digrup yang tepat dan luar biasa. Om Jay, TIM GMLD, semua narasumber dan semua perserta yang super duper sangat mumpuni dan hebat, sangat membantu saya menghilangkan semua KERAGUAN. THANK YOU SO MUCH...๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Pada saat grand opening GMLD ini, saya sudah merasakan daya tarik magnet yang kuat. Keynote speakers (Om Jay, Pak Dail dan Bunda Helwi) serta tim GMDL lainnya (Pak Muliadi, Pak Deni, Kak Ros, dan Ms. Phia) yang dihadirkan di zoom meeting sudah sangat berkesan bagi saya. Cara mereka memotivasi, sharing pengalaman dan cara mereka mengetuk hati untuk ikut bergabung, merupakan suatu suntikan energi positif yang membuat saya mantap melangkah. 

Dalam perjalanannya mulai dari 1 Nopember sampai 15 Desember 2021, semua narasumber yang mengisi setiap pertemuan sangat luar biasa. Narasumber yang memiliki segudang prestasi, karya dan pengalaman tak segan-segan untuk berbagi ilmu dan menginsipirasi peserta. Meraka yang amazing dan humble membuat saya paham dan cakap berliterasi digital mulai dari "MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK, MENGELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK, MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT, MENCEGAH CYBERBULLYING, BERBINCANG-BINCANG DAN MENJADI PEJUANG KEBENARAN MENANGKAL HOAKS, MENYALURKAN HOBI, MEMAKSIMALKAN POTENSI, MEMAHAMI INKLUSIVITAS, BERANI MEMBUAT PERUBAHAN, MENGASAH KETRAMPILAN, MENGEKSPRESIKAN DIRI, MENCIPTAKAN KEMAMPUAN DAN PELUANG, MENJELAJAHI ALAM LUAS, MENERAPKAN PRAKTIK BAIK DI DUNIA DIGITAL SERTA LEBIH BIJAK, SMART DAN BERTANGGUNG JAWAB MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DAN TEKNOLOGI sehingga dapat MENGEMBANGKAN KUALITAS HIDUP  MELALUI PROGRAM LITERASI DIGTAL.

Selain itu, peserta pelatihan GMLD ini sangat lah keren dan pastinya JRENG...JRENG..JRENG...๐Ÿ˜Š. Mereka yang selalu spiritful, so friendly dan helpful menambah keyakinan saya, bahwa saya berada dikomunitas yang tepat dan T-O-P banget. Walaupun kami tidak mengenal satu sama lain, tidak dari propinsi yang sama, tidak dari mata pelajaran yang sama, tapi kami merasa SAMA dalam satu KELUARGA PGRI yang saling mengKOMPORI๐Ÿ˜Š untuk selalu BERGERAK maju BERSAMA๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Pelatihan GMDL ini sukses memotivasi dan menginspirasi kita bahwa kelas PGRI yang dibuat oleh Om Jay ini bukan hanya sekedar keinginan untuk "LULUS" dan mendapatkan "SERTIFIKAT". Jauh dari semua itu, pelatihan ini memperkuat dan mempertajam pemahaman serta kecakapan literasi digital itu sendiri sehingga dapat membuka cakrawala berpikir untuk lebih pintar memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, terus belajar, berkarya dan meninggalkan jejak-jejak digital yang positif. 

Pelatihan ini juga menyadarkan kita sebagai guru, agar dapat memaksimalkan perannya dengan selalu berbagi, memotivasi serta mengedukasi yang lain khususnya anak didik, generasi EMAS Indonesia, untuk lebih digital literate baik dalam hal kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital.

ONCE again BIG thanks for everyone and everything.... Semoga kita dipertemukan kembali di kelas-kelas positif PGRI berikutnya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Mendulang emas sungguh jadi impian

Emas ku dulang bersama terkasih

GMLD 1 sangatlah  berkesan dan penuh kenangan

Saya haturkan banyak terimakasih๐Ÿ’–๐Ÿ’–

"KITE KAWA, KITE PACAK, KITE GAWE SAME-SAME"๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Nur Azizah

 

 

Rabu, 15 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 20

Tema             : Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital

Nara Sumber : Mr. Bams

Moderator     : Muliadi

Akhirnya saya menulis resume ke 20, WOW... something amazing for me...

Pertemuan kali ini dipandu oleh pak Muliadi yang juga mengingatkan kai bahwa ini adalah pertemuan pamungkas, pertemuan ke 20, atau pertemuan terakhir  dalam kelas PGRI pelatihan GMLD di tahun 2021. 

Membersamai pak Bams sebagai narasumber yang terkenal dengan kalimat bahagianya, siapa lagi kalau bukan Mr. Bams.

 

Setelah menyapa peserta, pak Bams mengulas tentang kemajuan teknologi yang sangat pesat, terutama di masa pandemi. Setiap orang dipaksa untuk bisa menguasai pemanfataan Teknlogi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga sangat penting memahami literasi digital.

Nah berkaitan dengan pemanfaatan tenologi dalam hal literasi digital, banyak hal yang dapat dilakukan. Kemajuan teknologi informasi digital yang tak bisa dipungkiri,memang membawa dampak positif dan negatif. Disinilah kita dituntut untuk smart dan bijak. Jika kita bisa mengelola, menerima dan memanfaatkan informasi dengan baik, literasi digital dapat menjadi salah satu strategi dalam pengembangan kualitas hidup. 

Seperti pengalaman yang dibagikan oleh Mr. Bams dengan pemanfaatan literasi digital beliau dapat terus belajar, berkarya, berbagi dan berbakti sebagai guru dan manusia yang mulia. Pengalaman beliau yang banyak seperti mengelola Facebook Bambang Ayah Salwa, Instagram @ayahnasalwa, Website penamrbams.id, Blog guruMAU.my.id, dan Chanel Youtube Pena Mr. Bams sangat menunjang berbagai aktivitasnya sebagai guru, pembina, pengiat literasi, ketua RW, pengurus organisasi dan lainnya. 

Tentunya semua pengalaman pak Bams dalam memanfaatkan literasi digital membawa pada pengembangan kualitas hidup.

Benar sekali yang diutarakna oleh Mr. Bams bahwa standar kualitas hidup dan cara masing-masing orang memandang kualitas hihup itu berbeda-beda. Tapi satu hal yang pasti untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas hidup selalu ada proses yang dilalui. Selalu ada tekad yang ditancapkan untuk mengembangkan diri dan mengasah potensi. Selalu pintar membaca peluang dari setiap kesempatan yang dihadirkan. Sehingga pada akhirnya buah keberhasilan akan kesuksesan yang akan diraih. Otomatis, kualitas hiduppun akan meningkat.

Oleh karena itu, dengan kemajuan teknologi dan kecakapan literasi digital yang dimiliki, mari kita maksimalkan potensi diri untuk mau dan terus belajar, berkarya, berbagi, memotivasi, menginspirasi dan berbakti.

Seperti yang disampikan oleh pak Bams semakin kita mengasah kemampuan kita, kepercayaan bisa datang untuk terus memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Saat kita mengembangkan diri terus menerus jangan heran, kesempatan akan datang bahkan prestasi bisa diraih. Maka teruslah kita berkarya, dan berkarya sampai kapan pun, google yang baik hatipun akan memberitakan tempat yang layak untuk sebuah karya.

Sebagai seorang gur sukses itu saat kita terus mau belajar, berkarya, berbagi dan berbakti untuk menjadi guru mulia.

"KITE KAWA, KITE PACAK, KITE GAWE"

Nur Azizah

 

 

 

 



 

Rabu, 15 Desember 2021

ERA TEKNOLOGI BEBAS NAMUN TANGGUNGJAWAB

 

Senin, 13 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 19

Tema             : Era Teknologi Bebas Namun Tanggungjawab

Nara Sumber : Rifatun

Moderator     : Rosminiyati

Dengan calmnya kak Ros sebagai moderator pada pertemuan ini membuka acara dengan menyapa hangat peserta dan menjelaskan agenda pertemuan.

Selanjutnya, beliau mengingkatkan kami kembali mengenai syarat memperoleh sertifikat LULUS dalam Pelatihan GMLD, sebagai berikut:
1.    Minimal mengikuti 16 materi dari 20 materi yang diberikan di kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) yang dibuktikan dengan daftar hadir yang tersedia di deskripsi grup WA GMLD.
2.    Menulis resume di blog pribadi minimal 16 resume materi yang diberikan narasumber dari 20 materi yang dibuktikan dengan mengisi form pengumpulan resume.
3.    Menulis minimal 1buku antologi yang dibuktikan dengan namanya tercantum pada daftar penulis buku tersebut (peserta akan mendapatkan sertifikat penulis dari penerbit).

Penjelasan kak Ros ini menyadarkan kami bahwa sekarang kami sudah diujung perjalanan pelatihan GMLD, pertemuan ke 19. Kami harus flashback lagi dengan tugas-tugas yang harus kami selesaikan agar lulus. Sayangkan jika sudah melangkahkan kaki tapi semua terhenti ditengah jalan?

Pada pertemuan ini, kak Ros membersamai narasumber yang hebat yang tidak muda lagi tetapi semangat belajarnya luar biasa, dengan segudang pengalaman dan prestasi, juga berdedikasi tinggi dalam kegiatan belajar PGRI. Beliau adalah bu Rifatun.

Setelah memperkenalkan diri dengan humblenya, bu Rifatun kemudian menyampaikan materi yang diawali dengan memberikan pertanyaan "apakah yang dimaksud dengan Era Teknologi?"

 

Dengan aktifnya peserta menjawab, diantarnya:

๐Ÿ‘‰Era digital adalah suatu zaman dimana kegiatan atau aktivitas di lakukan dengan menggunakan media digital

๐Ÿ‘‰Jaman yang serba digital ,contoh kita bisa berada taksi dengan ada aplikasi online,bagi guru yang sudah mempunyai dan menguasai laptop , HP bisa menggunakannya dengan maksimal , mengikuti tuntunan zaman moderen, zaman 4.0

Setelah mengapresiasi jawaban peserta, bu Rifatun menghadiahkan salah satu peserta dengan jawaban terbaik sebuah buku karya beliau.

Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya bahwa teknologi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.

Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekeliling kita. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh: meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan. Dengan adanya teknologi kita bebas menggunakannya

Bagaimana cara kita menggunakan teknologi yang bebas ini ?

Bu Rifatun kembali mengajukan pertanyaan ini kepada peserta. Dari respon peserta dapat disimpulkan bahwa menggunakan teknologi haruslah dengan bijak, smart, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan seperti seorang guru yang menggunakan infokus pada saat mengajar, agar materi yg begitu luas dapat terjangkau semua siswa dan membuat pembelajaran menjadi menarik. Hal lain yang juga tidak kalah penting dalam menggunakan teknologi adalah menghindari dampak negatif dari teknologi dan yang terpenting harus bertanggungjawab.

Bu Rifatun juga menambahkan bahwa pemanfaatan dalam dunia pendidikan  antara lain:

1. Membantu untuk mengelola prioritas
2. Komunikasi yang lebih baik
3. Menggunakan cara yang berbeda untuk Pendidikan
4. Memanfaatkan teknologi tepat waktu

Selain 4 cara diatas  memanfaatkan teknologi supaya kegiatan belajar  menjadi lebih mudah, seperti:
1.    Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
2.    Menonton video pembelajaran di situs video sharing
3.    Memakai aplikasi untuk penunjang kegiatan belajar
4.    Manfaatkan website penyedia materi pelajaran
5.    Gunakan fitur yang ada di smartphone

Berkaitan dengan penggunaan teknologi yang bebas namun bertangung jawab maksudnya kita mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita misalnya sebagai seorang guru kita bisa bebas mencari bahan ajar untuk kita ajarkan kepada anak didik kita. Bentuk bertanggung jawab dari kita adalah dengan menggunakannya dengan baik dan tidak menggunakannya untuk menyebarkan hal-hal buruk.

Kita dalam menggunakan teknologi harus  bersikap tanggung jawab di tengah ruang kebebasan di media sosial. Transformasi Digital, menuntut kita untuk selalu berbudaya, terutama ketika berinteraksi dengan manusia lain yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya.

Oleh karena itu kita harus pandai memanfaatkan  teknologi baru dan harus bertanggungjawab dalam menggunakannya. Kecakapan literasi digital harus dikuasai oleh semua orang: guru, siswa dan lainnya. Sebagai contoh siswa yang sering memposting hal-hal yang bersifat pribadi tidak  sepenuhnya sadar mengenai  konsekuensi perbuatannya.
Terkait dengan hal ini, tugas orang tua dan guru untuk membuat  anak-anak tahu mengenai  sejumlah tindakan, aturan dan  akibatnya. Bagaimana caranya?

Guru dapat mengedukasi peserta didik tentang berliterasi digital ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas dan  diintegrasikan dengan mata pelajaran.

Disesi pertanyaan, menanggapi salah satu pertanyaan dari peserta, bu Rifatun menjelaskan bahwa menyikapi segi positif dan negatif penggunaan teknologi kita harus membangun paradigma berpikir kritis dengan cara membangun pertanyaan 5W+1H.  “Siapa” Yang memberikan informasi, “Apa” yang dikatakan, “Dimana” Hal itu terjadi,  “Kapan” hal itu dikatakan, “Mengapa” dan “Bagaimana”.

Terakhir, bu Rifatun sebagai narasumber memberikan closing statement yang mantap:

"Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat era teknologi/ digital  dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital  yang sesuai dengan kita. Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggungjawab".

SO, BE SMART, BE WISE AND BE RESPONSIBLE!

Nur Azizah

Sabtu, 11 Desember 2021

CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL

 

Jumat, 10 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 18

Tema             : Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital

Nara Sumber : Leni Priska

Moderator     :  Deni Darmawan

Alhamdulillah, hari ini bisa bergabung kembali di zoom meeting untuk pertemuan ke-18.

18???? Berarti pertemuan ini adalah pertemuan materi terakhir GMLD melalui zoom meeting dong... karena pertemuan ke 19 dan 20 akan diadakan di hari Senin dan Rabu depan dan akan lewat WAG. Enggak kerasa ya...

Dibuka oleh Uncle D yang ramah dan hebat dalam mencairkan susasana, beliau pertama-tama menyampaikan salam dan menyapa peserta GMLD dilayar kaca virtual.  Kemudian uncle D menjelaskan jalannya pertemuan dan memperkenalkan nara sumber hebat dengan jam terbang yang tinggi dan aktif diberbagai grup PGRI, bu Leni. 

Bu Leni adalah seorang guru dengan segudang pengalaman, prestasi, aktif dalam berbagai trainning dan juga menulis. Selain itu, uncle D juga memberi bocoran bahwa bu Leni juga  keren berpuisi dalam bahasa Inggris...WoW...T-O-P Banget๐Ÿ‘

Pertemuan ini terasa begitu hangat ditengah dinginnya hujan sore ini. 

Ibu Leni membuka acara dengan low profile dan menyapa peserta dengan melantunkan sebuah pantun:

Liburan ke korea bersama sahabat

Beli bantal saat ingin pulang

Selamat sore Bapak/Ibu guru hebat

Bersama literasi digital ciptakan peluang

keren ibu...pantunnya..๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Setalah itu beliau juga memberikan game yang sangat menarik dan mencairkan suasana..."guessing game". Gamenya seru sekali, walaupun guessing game tapi sukses mengembalikan fokus peserta dan membuat atmosper pertemuan ini terasa lebih enjoyable.

Sangat menginspirasi sekali ketika bu Leni menceritakan tentang Frilandia sebagai negara literasi yang paling baik. Hal ini bukanlah suatu proses yang instant. Ada beberapa hal yang membuat Firlandia sebagai negara literasi terbaik di dunia, seperti:

Dari kisah negara Frilandia ini, sebagai kepala perpustakaan di tempat saya bertugas, ada satu hal yang menjadi tekad kedapannya yaitu mengoptimalkan peran dan fungsi perpustakaan sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi pemustaka melalu program-program unggulan perpustakaan, misalnya dengan memanfaatkan dunia digital.

Dalam hal dunia digital penting untuk memahami makna literasi digital. Bu Leni pada kesempatan ini tidak hanya menyampaikan apa itu literasi digital tetapi juga menjelaskan 4 kompetensi literasi digital yang harus dikuasai: digital skill, digital ethics, digital safety dan digital culture.


Ke 4  kompetensi ini bukanlah hal yang terpisah-pisah, melainkan satu kesatuan yang saling mendukung. Keterampilan digital yang dimiliki oleh pengguna haruslah diikuti dengan pemahaman etika, keamanan dan budaya digital yang baik. Selain itu, keterampilan digital yang terus diasah akan membawa kebaikan dan
berpikir kreatif dalam menciptakan peluang melalui literasi digital. Untuk menciptakan peluang itu sendiri ada beberapa cara yang harus dipertimbangkan terkait dengan kebutuhan, kemampuan diri, hobi, lokasi, dan usaha.

Berkaitan dengan hal ini, bu Leni membagikan pengalamannya dalam membaca peluang karena cakap berliterasi digital. 

Sebagai pengajar beliau sangat pintar membaca peluang. Dengan kecakapan literasi digitalnya dalam menggunakan aplikasi zoom, quizez dan aplikasi lainnya, beliau bisa mengajar les secara online dari Indonesia yang siswanya berada dan sekolah di MalaysiaWOW...keren sekali ibu...๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Selain itu, bu Leni juga menjelaskan bagaimana beliau mencari informasi didunia digital mengenai minyak kemenyan, mengekstraknya dan memproduksinya sebagai sebuah produk yang bermanfaat. Beliau juga berpeluang menjualnya dengan memasukkan produk minyaknya kedalam marketplace. Tidak hanya sampai disitu, beliau juga mengiklankan produknya dengan membuat alat promosi melalui aplikasi tertentu. 

Diakhir sesi, bu Leni juga membari tantangan kepada perserta untuk membuat flyer atau poster mengenai suatu produk atau hal lainnya. Peserta dapat memanfaatkan dunia digital seperti aplikasi tertentu contohnya doratoon, canva atau lainnya.

Tantangan????? Siapa takut๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Karena selain guru saya juga kepala perpustakaan, dalam menjawab tantangan yang diberikan oleh bu Leni, saya membuat flyer yang berkaitan dengan perpustakaan. Yah "produk" saya adalah perpustakaan. Dengan memanfaatkan dunia digital saya akan "memasarkannya" dan membuat iklan "ajakan berkunjung ke perpustakaan". 

Mengapa saya memilih tema ini karena selain menjawab tantang bu Leni, saya juga ingin flyer yang saya coba buat dapat digunakan langsung untuk perpustakaan. Ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Untuk membuat flyer tersebut saya memutuskan menggunakan aplikasi canva.  "Canva", sangat sering mendengar aplikasi ini, tapi saya belum pernah mencobanya sama sekali. Alasannya???? Takut, bingung dan alasan klasik "tidak PD"๐Ÿ˜Š 

Tapi alhamdulillah, setelah mendengar penjelasan, arahan dan motivasi dari narasumber-narasumber hebat di GMLD ini dan juga rekan-rekan guru keren yang selalu memberi support, "COBA DULU", membuat saya melangkah ke log in "canva". 

Bolak-balik baca cara membuat flyer melalui canva di google sampai cara menyimpannya akhirnya selesai flyer saya yang pertama (harap dimaklumi masih amatiran)๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Banyak sekali yang disampaikan oleh bu Leni, bukan hanya memaparkan materi tetapi juga berbagi pengalaman yang sangat berharga. Melalui tantangan yang beliau berikan, membuka dan memberi pengalaman belajar berharga serta kesempatan bagi kami peserta untuk mengasah dan memaksimalkan potensi serta keterampilan digital kami.  Semoga dengan bekal keterampilan dan kecakapan litersi digital ini dapat menciptakan berbagai peluang positif kedapannya.

"DON'T BE AFRAID TO TRY"

Nur Azizah



 

Jumat, 10 Desember 2021

BERBAGI PRAKTIK BAIK LITERASI DIGITAL

 

Rabu, 08 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 17

Tema             : Berbagi Praktik Baik Literasi Digital

Nara Sumber : Maria Sumakul

Moderator     :  Ms. Phia

 

Waktu terasa semakin cepat berjalan, sekarang sudah pertemuan ke-17. Materi yang disampaikan oleh para nara sumber semakin kesini semakin berasa arah dan manfaatnya terutama bagi kita, guru-guru hebat. Membaca judul flyer pada pertemuan ini membuat saya bertebak-tebak praktik baik apa yang akan disajikan nara sumber dan praktik baik apa yang akan saya terapkan nanti setelah mendapatkan materi ini.

Pertemuan ke 17 ini dipandu oleh bilingual blogger yang tidak asing lagi, Ms. Phia. Seperti biasa beliau memandu dengan sangat lincah dan ramah. Walaupun hanya memandu melalui wa, tapi kesan ramahnya moderator ini selalu tergambar, seperti ketika beliau membuka pertemuan dan memperkenalkan nara sumber, ibu Maria Sumakul:

"This afternoon, saya akan membersamai nara sumber hebat kita, yang terkenal dengan bukunya tentang Coding.. ๐ŸŽ‰๐ŸŽŠ"

"Dear Motivators, tema kuliah sore hari ini adalah *_Berbagi Praktik Baik Literasi Digital_*"

"Materi akan disampaikan oleh nara sumber hebat yang aktif berbagi praktik baik di dunia digital dengan mengajar coding, menulis buku dan banyak lagi kegiatan baik lainnya. ๐Ÿฅฐ"

Betulkan....๐Ÿ˜Š

Ibu Maria sebagai nara sumber pada pertemuan ini, mengawali penyampaian materi dengan memaparkan kondisi pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari We are Social dan Hootsuite pada Februari 2021, dalam laporan tahunan yang berjudul Indonesia Digital Report 2021, data penggunaan internet di Indonesia  sangatlah tinggi jumlahnya, menyentuh angka 200 lebih juta penduduk. Aktivitas masyarakat sebagai penggunapun beragam ada yang aktif di media sosial, game, popcast, broadcast, musik streaming dan sebagainya.

Data ini sebenarnya menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat Indonesia dekat sekali dengan dunia internet atau dunia digital untuk itu sudah seharusnya diarahkan pada berbagai praktik baik literasi digital. 

Sering kali dalam pelatihan GMLD ini prase "literasi digital" didengungkan, bukan hanya karena memang itulah inti dari pelatihan ini, tetapi untuk terus memantapkan pemahaman kita semua makna dari "literasi digital" itu sendiri. 

Sebelum membahas lebih jauh berbagai aktivitas praktik baik literasi digital, bu Maria juga menyampaikan kembali apa makna literasi digital.

Kemudian bu Maria juga menjelaskan mengenai manfaat dari literasi digital itu sendiri:


Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa iterasi digital mempunyai hubungan yang erat dengan dunia pendidikan. Literasi digital mampu mengembangkan dunia pendidikan. Literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas. Dengan cara ini, kualitas sektor pendidikan dapat ditingkatkan. 

Seperti dimasa pandemi covid-19, pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber digital secara bijak, mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan.

Untuk itu kecakapan literasi digital harus diajarkan kepada siswa dalam dunia pendidikan. MENGAPA?

Hal ini dikarenakan dekatnya siswa dengan media sosial. Mereka adalah pengguna yang termasuk dalam data yang dipaparkan oleh bu Maria diawal materi. Siswa yang masih labil sangatlah rentan terhadap pengaruh negatif dari dunia digital. Oleh karena itu, membekali dan mengedukasi siswa dengan pemahaman  literasi digital sangatlah perlu agar mereka terhindar dari kejahatan dunia digital seperti cyber bullying atau phising atau penipuan dan kejahatan lainnya.

Ibu Maria juga menjelaskan beberapa tujuan pembelajaran literasi digital di sekolah dan manfaatnya bagi siswa:


Untuk praktik baik literasi digital salah satunya dapat dilakukan dengan pengintegrasian mata pelajaran yang ada disekolah secara kolaborasi seperti ynag sudah dilakukan oleh bu Maria yang merupakan guru komputer dengan guru-guru mata pelajran yang lain. Sebagai contoh pengintegrasiannya adalah membuat poster digital dengan Microsoft Word, membuat twibbon keren dengan Microsoft Power Point, membuat animasi sederhana dan lainnya.

Dari apa yang dijelaskan oleh nara sumber pada pertemuan ini, dapat disimpulkan pentingnya kita sebagai guru untuk memainkan peran dalam berbagi praktik baik literasi digital di sekolah. Selain itu, sebagai guru yang mengajari dan mendidik siswa-siswa generasi Z ini, kita harus mau dan bisa untuk terus belajar  dan memahami perkembangan teknologi terkhusus  dunia digital (digital literate) agar dapat mengimbangi, menghadirkan dan mengarahkan yang terbaik untuk anak didik. 

Sesungguhnya dunia digital ada untuk memudahkan segala aktivitas manusia. Terlepas dari segala hal positif dan negatif yang menyertainya, pandai-pandailah dan bijaklah kita dalam bersikap. Tidak melirik dan menjauh sisi negatifnya dan selalu melakukan praktik baik literasi digital lebih membawa pada kebermaknaan, kebaikan dan keselamatan.

Nur Azizah

Rabu, 08 Desember 2021

LEARNING ENGLISH WITH MUSIC AND SONG

 Tuesday, December 7th, 2021

Workshop      : English for Teachers with PGRI (EFT)

Group          : 1

Resume        :3rd

Topic           : Learning English with Music and Song

Speaker        : Urip Hidayat S.Pd.

Moderator     :  Poppy Meka, M.Pd.

After reading the flyer shared yesterday, l was sure that this 3rd meeting would be interesting and there would be many active participants.

WHY?????? 
MUSIC? SONG? 
That's right. 
Starting the meeting by singing "LET IT BE" made the situation in this zoom meeting was different from the previous ones. The atmosphere was more lively.

The meeting was opened by Ms. Vina and she gave it to Ms. Popy to lead the meeting.  Before letting Mr. Urip as the speaker deliver his material, Ms. Popy asked the participants to sing "if you're happy and you know it". Again this warming up succeeded in making the atmosphere more cheerful.

After that was Mr. Urip's turn to deliver his material. How about the atmosphere? 

Don't ask about it. Of course, the atmosphere was more, more and more lively. He greeted the participants by singing "Good afternoon everybody, how are you...". He also did brainstorming by giving some questions related the use of song in learning English to the participants. Next, there was an ice breaking "Heal the World" accompanied by a piano played by Mr. Nehemia that made all of us sang together.๐Ÿ˜Š

Then, Mr. Urip told us his experience about his journey in mastering English. It was so difficult at the beginning. One of the causes was because of lack of vocabulary. And learning English through song was a solution. Finally, he said that after knowing the steps, learning English was  as easy as smiling. Now, he has been teaching English for more than 15 years old, from primary level to higher level.

I am definitely sure that we have the same experience as Mr. Urip has.
All of us are trying to find the strategies not only for learning but also for improving and keeping better and better in English. MUSIC and SONG can be the ways. 
 
Actually, learning English through song is also one of my strategies in learning and practicing English. Western songs make me fall in love with English. The soundtrack of "TITANIC" was "my first love".๐Ÿ˜Š
 
WHY????

Learning English though music and song is more enjoyable. It will be interesting, learning while having fun. It can be done in and out side the classroom and we can repeat it anytime we want while doing other activities. Then, we can enlarge our vocabulary, practice our pronunciation, learn grammar, drill our listening skill and others.

Cited from https://ejoy-english.com/blog/benefits-music-learning-english/, there are 4 surprising benefits of music in learning English:

๐Ÿ“ขListening to music helps to improve your pronunciation

๐Ÿ“ขSongs are valuable sources for vocabulary, sentence structures and grammar

๐Ÿ“ขSongs are enjoyable

๐Ÿ“ขMusic increases memory

Moreover, for the teachers, as cited from https://www.eslbase.com/teaching/using-songs-to-teach-efl, there are 9 reasons why you should use song to teach EFL:

๐ŸŽคSongs almost always contain authentic, natural language

๐ŸŽคA variety of new vocabulary can be introduced to students through songs

๐ŸŽคSongs are usually very easily obtainable

๐ŸŽคSongs can be selected to suit the needs and interests of the students

๐ŸŽคGrammar and cultural aspects can be introduced through songs

๐ŸŽคTime length is easily controlled

๐ŸŽคStudents can experience a wide range of accents

๐ŸŽคSong lyrics can be used in relating to situations of the world around us

๐ŸŽคStudents think songs are natural and fun

HOW????

In using music or song, we can start by choosing our favorite song in English and try to listen it frequently, memorize the lyric. Then, try to understand the meaning of the lyric and use it in daily life. You can also make some new sentences by modifying the lyric.

So, what should we prepare before learning English with music and song?

As explained by Mr. Urip, there are several things that should be done:

After sharing the materials, the speaker also presented a comparison between teaching "TO BE" by using lecturing method and through song. He asked our opinion about it. Of course, every participant agreed through song was more enjoyable and effective.  
The speaker also asked us to sing some songs that he had already prepared before. From the songs presented, I can conclude that Mr. Urip is a creative teachers. He wrote many songs for teaching English. So, proud of you...Sir๐Ÿ‘๐Ÿ‘ 
 
At the end of the meeting, Mr. Urip also challenged us to create a song for learning English. 
 
OK, Mr. Urip, I try to answer your challenge๐Ÿ˜Š. 
I created a song related to animal vocabulary. I've tried the song to my sons and it worked. Even my three years old son could sing it and memorize the vocabulary. There are twelve animals' names in that song and we can change them if those names have already been memorized. Here my song:
 

Well, every great teacher or everybody who is in learning and improving English, we face the same obstacles. We need to master a lot of vocabulary, we are not confident with our ability, we are afraid of making mistakes, even sometimes, others think that we show up when we want to practice our English. 
 
NO NEED TO WORRY, that's the steps that we should pass through to be at TOP later. Find your ways and ENJOY the process. Don't be afraid of making any mistakes, build your confident, keep your positive mind set "YOU CAN DO IT, ENGLISH IS EASY", keep practicing and joining in a community like this group EFT with PGRI ๐Ÿ’ช.
 
Nur Azizah

Senin, 06 Desember 2021

BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL

 

Senin, 06 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 16

Tema             : Bijak dalam Bermedia Sosial

Nara Sumber : Dail Ma'ruf

Moderator     :  Muliadi

Dengan megucapkan salam pak Muliadi menyapa hangat peserta GMLD pada pertemuan ke 16 ini. Beliau juga mengingatkan bahwa pertemuan GMLD ini sudah akan selesai, tinggal 4 pertemuan lagi.  Seketika saya tersadar betapa cepatnya waktu berlalu, dan ternyata sudah hampir penuh "tedmon" kosong yang saya bawa diawal grand opening GMLD dengan banyaknya ilmu, wawasan, keterampilan dan tekad dari mereka yang hebat dan tulus dalam berbagi. 

Materi pada pertemuan ini awalnya mengenai pengembangan kualitas hidup  melalui program literasi digital yang akan disampaikan oleh  Mr. Bams. 

Dikarenakan ada kendala yang tak terduga Mr. Bams tidak dapat hadir sehingga pertemuan hari ini diatur ulang dan yang menjadi nara sumber adalah ketua panitia TIM GMLD, pak Dail Ma'ruf. Tema yang diangkat adalah "Bijak dalam Bermedia Sosial".

 

Media sosial (medsos) bukan lagi sekedar tren berdigital dimasa sekarang, banyak orang  sangat bergantung dengan medsos seperti BBM, FB, WA dan lainnya. Media sosial adalah sebuah media online yangdapat dengan mudah  digunakan untuk berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Fenomena maraknya medsos ini harus disikapi dengan "BIJAK" oleh semua orang termasuk kita guru karena ibarat dua sisi mata uang ada dampak negatif dan postif dari medsos.

Dampak positif dari medsos yaitu bermanfaat untuk :
1.    menjalin silaturahmi,
2.    menambah relasi,
3.    bisnis, dan
4.    sebagai wadah untuk menunjukkan karya mereka 

Contoh medsos yang dimanfaatkan dengan bijak adalah WAG GMLD ini dan WAG kelas-kelas lain yang dibuat oleh Om Jay, berbagai bisnis atau promosi dagang di FB, konten-konten pembelajaran atau positif lainnya di YouTube. 

Jika kita manfaatkan medsos untuk hal positif maka beribu kebaikan akan kita raih, bahkan akan membawa keuntungan materi. Kita juga bisa mengembangkan skill kita.

Dampak negatif juga tentunya ada seperti konten negatif, gambar-gambar tidak sopan, berita hoaks bahkan penipuan. Menyikapi dampak negatif ini tentunya kita harus BIJAK untuk meminimalisir dampak negatif sebisa mungkin agar kita tidak terjebak.

Materi pada pertemuan ini menitik beratkan pada kata "BIJAK". Bijak berarti selalu menggunakan akal budinya, pandai dan mahir mengenai sesuatu hal. Seperti yang dijelaskan oleh pak Dail, bijak juga bisa dimaknai adil yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya. Oleh karena itu, bijak dalam bermedia sosial berarti dapat menempatkan atau menggunakan medsos sesuai dengan fungsinya. Selain itu, perlu untuk menunukkan sikap baik, sopan, toleransi dan respect serta beretika dalam bermedia sosial.

Mengutip kalimat mantapnya pak DAIL:

"JIKA TIDAK MAU DICUBIT JANGAN NYUBIT, JIKA TIDAK MAU DISAKITI JANGAN MENYAKITI" ๐Ÿ‘๐Ÿ˜Š

Nur Azizah

 

 

 

LITERASI DIGITAL MENCIPTAKAN KEMAMPUAN DAN KESEMPATAN

Jumat, 03 Desember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 15

Tema             : Literasi Digital Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

Nara Sumber : Raimundus Brian Prasetyawan

Moderator     :  Helwiyah 

Pada pertemuan kali ini saya tidak bisa ikut gabung dizoom meeting. Padahal sangat ingin bergabung. Bukan tanpa alasan.  Hari ini jam satu lewat kami mengadakan pertemuan MGMP bahasa Inggris SMK kota Pangkalpinang. Tetapi dikarenakan hujan, banyak rekan-rekan yang terlambat sehingga acara baru bisa dimulai hampir jam setengah tiga. Tidak menyurut semangat kamipun melakukan agenda MGMP sesuai rencana sampai hampir jam setengah lima. Ketika pulang, hujan turun dengan lebat dan langit sangat gelap, jadi kami yang berkendaraan motorpun berhenti. Singkat cerita jadinya saya tidak bisa ikut zoom meeting pada pertemuan ini. 

Salah satu hal yang saya suka dari grup ini adalah "semangat maju bersama dan saling support". Buktinya walaupun ketinggalan zoom meeting, panitia tetap memberi kesempatan bagi peserta untuk menyimak materi, bukan hanya membagi materi dalam  bentuk PPt tetapi juga membagi link  YouTube yang disiarkan oleh bapak Fajar Tri laksono. Alhamdulillah...akhirnya saya tetap bisa mengikuti pertemuan walau lewat "siaran ulang"

Pertemuan ini dibuka oleh bunda Helwiyah sebagai moderator yang ramah, penuh semangat dan selalu memberikan energi positif.  Kemudian pak Brian diberi kesempatan untuk menyampaikan materi. Materi yang diberikan pak Brian merupakan rangkaian dari materi di GMLD. Materi ini mengenai "KEMAMPUAN" dan "KESEMPATAN"  kecakapan literasi digital. 

Kecakapan literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkan media digital dengan bijak, cerdas, cermat, serta tepat sesuai dengan kegunaannya (kompas.com).

Dimasa sekarang hampir semua orang, dari anak-anak sampai orang tua, bersinggungan dengan media digital seperti sepeti program komputer, games, aplikasi Hp, gambar digital, video, media sosial, website, audio (mp3) dan ebook. Nah kaitannya dengan kecakapan literasi digital, kita sebagai pengguna  harus pintar mengasah dan mengembangkan kemampuan dan membaca peluang atau kesempatan yang ditawarkan berbagai media digital. 

Seperti yang dijelaskan oleh pak Brian bahwa kemampuan dan kesempatan dari pemanfaatan media digital yaitu:
* Memperoleh wawasan dan informasi baru
* Mengembangkan diri
* Meningkatkan skills
* Tambahan penghasilan (business online), dan
* Menjalin relasi

Beliau juga berbagi pengalaman dalam memanfaatkan media digital seperti pengunaan blog untuk PJJ, menulis buku, menjual buku, pelatihan dan menjadi nara sumber serta membentuk komunitas. Menyadari banykanya hal yang dapat kita lakukan, kita pun bisa mengikuti jejak pak Brian. 

Kita sudah memulainya. Tergabungnya kita di GMLD ini bukanlah suatu kebetulan atau iseng-iseng berhadiah. Dipertemukan dengan berbagai nara sumber yang super dan guru-guru hebat, yang salah satunya hebat dalam menfaatkan media digital, harusnya membuat kita semua dapat menjawab tantangan untuk mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan skill, dan menjalin relasi dari kesempatan yang ada. Menulis resume diblog ini juga bukan hanya sekedar menyelesaikan tugas sebagai syarat kelulusan, tetapi lebih dari itu, menulis di blog ini merupakan salah satu langkah kita menunjukkan kecakapan literasi digital dalam membaca peluang untuk meningkatkan keterampilan dan potensi dalam hal menulis.

Selanjutnya dalam diskusi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang menjadi perhatian saya dan juga pertanyaan yang sama akan saya ajukan jika saya mempunyai kesempatan.

๐Ÿ‘‰Pertama mengenai ISBN yang ternyata lewat penerbit bukan pribadi. 

๐Ÿ‘‰Kedua mengenai biaya penerbitan yang berbeda, rupanya mengutip istilah yang disampaikan bunda Helwi "ada harga ada fasilitas"๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š. Ternyata biaya penerbitan akan berpengaruh kepada pengeditan misalnya paket hemat pengeditan hanya editing permukaan saja dan yang lebih tinggi biayanya pengeditan yang dilakukan akan lebih detail. 

๐Ÿ‘‰Ketiga mengenai perbedaan kurator dan editor pada karya antologi. Ternyata kurator adalah seseorang yang bertanggung jawab penuh dengan antalogi mulai dari perencanaan, sosialisai, buat grup, syarat penulisan, pengumpulan naskah dan sampai penerbitan, bahkan bisa juga merangkap editor lapis satu. Sedangkan editor mengedit yang kurang, misalnya typo, menata tulisan, memperbaiki tanda baca atau paragraph yang berantakan dan lainnya.

Alhamdulillah apa yang menjadi pertanyaan dihati sudah terwakili oleh guru-guru hebat di grup ini. Terima kasih pak Brian atas penjelasannya.๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Materi yang pak Brian sampaikan memantapkan cakrawala dan lebih membuka mind set kita dalam pemanfaatan media digital. Apa yang kita dapat tentunya tidak hanya sebatas didalam hati dan pikiran kita, tetapi sebagai guru-guru kita harus mampu memotivasi dan berbagi dengan guru yang lain, siswa ataupun masyarakat luas untuk mengembangkan kemampuan dan membaca kesempatan yang ditawarkan oleh media digital.

Pergi kepasar beli gandum satu kwintal

Gandum diolah jadi roti dihiasi buah ceri

Ayo semua ambil kesempatan dimedia digital 

Asah keterampilan dan kembangkan diri

 

Nur Azizah




Minggu, 05 Desember 2021

BERBINCANG DENGAN HOAKS, MEDIA SOSIAL DAN DUNIA DIGITAL

Senin, 29 Nopember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 13

Tema             : Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital

Nara Sumber : Aam Nurhasanah

Moderator     :  Dail Ma'ruf 

 Yah... telat lagi menulis resumenya...but never mind, agian..."Better late than never". Iya untuk dua minggu ini kegiatan tiba-tiba begitu banyak, berasa seperti orang penting yang banyak agenda pekerjaan atau selebritis yang sibuk shooting streaming serial drama๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…. Sticky note yang tertempel didinding kamar biasanya hanya terdapat 1 atau 2 baris pekerjaan yang harus diselesaikan, bahkan kadang-kadang kosong. Tetapi untuk dua minggu ini bukan baris tulisan lagi yang terlihat tetapi sudah seperti paragraf. Alhasil ada beberapa yang tertunda menunggu antrian untuk diselesaikan, salah satunya resume ini. Semoga resume kedepannya bisa lebih cepat dan segera setalah pertemuan selesai...aamiin.

Baiklah saya akan mencoba menulis resume dari pertemuan ini dari apa yang saya simak dan dari materi yang dishare di WAG.

Nara sumber pada pertemuan kali ini adalah Bu Aam yang merupakan seorang kepala sekolah di SMP Matlaul Hidayah Lebak Banten dan juga seorang guru yang berprestasi dalam memenangkan berbagai lomba literasi. Pertemuan kali ini dipandu oleh Pak Dail sebagai moderator. Tentunya Pak Dail tidak asing lagi bagi kita semua karena seringnya beliau memandu sekaligus memotivasi kita di grup GMLD ini. Pak Dail dengan lihainya selalu memandu jalannya acara dengan friendly, santai tapi pasti dan bermakna, sehingga kami yang menyimak materi Bu Aam pun berasa seperti berbincang-bincang hangat di tengah pendopo yang ditemani dengan sepiring goreng pisang dan secangkir kopi.

Sambil menyelesaikan dan mengecek soal PAS sekolah yang harus segera dikumpul dan beberapa tugas tambahan saya sore ini, saya terus berusaha menyimak materi yang dishare diWAG. Walaupun saya tidak bisa ikut dalam voting mentimeter yang dishare oleh bu Aam tapi secara spontan saya menjawabnya langsung๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.

Pada kesempatan kali ini lagi-lagi topik yang diangkat berkaitan dengan hoaks, sosmed dan dunia digital, tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Topik tentang hoaks juga sudah sempat dibahas pada dua pertemuan sebelumnya di GMLD ini. Hal ini menunjukkan menunjukkan bahwa fenomena hoaks di dunia digital yang salah satunya melalui media sosial sangat penting untuk dikaji terus sehingga kita semua benar-benar sadar dengan bahayanya hoaks, pintar mengenali hoaks, sangat bisa menghindarinya dan yang terpenting tidak ikut menyebarkan hoaks yang banyak berseliweran di dunia digital khususnya di media sosial. 

Sebelum melanjutkan ke materi inti narasumber menanyakan kepada peserta mengenai pendapat mereka terhadap definisi hoaks itu sendiri melalui voting mentimeter. Dari hasil voting dan penjelasan Bu Aam dapat disimpulkan disimpulkan hoaks adalah berita bohong atau berita yang sesungguhnya harus diverifikasi kebenarannya. Bukankah kita sering mendapatkan kiriman pesan melalui WA atau telegram seperti voucher atau hadiah aatau satu program yang kemudian meminta kita membagikan link tersebut ke beberapa orang, nah yang seperti ini harus dicermati dan dicek betul-betul. Karena takutnya merupakan penipuan atau berita hoaks.  

Kemudian di jelaskan ciri-ciri hoaks yang bisa dikenali, seperti :

1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.

2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.

3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.

4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.

5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.

6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.

7. Memberi penjulukan.

8. Minta supaya di-share atau diviralkan.

9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.

10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.

11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.

12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

Nah, bagaimana cara meyikapi hoaks?

Tentu saja kita harus kritis dan bijak, jangan langsung percaya tanpa mengecek kebenaran berita atau informasi terlebih dahulu, apalagi langsung langsung di-share padahal belum tentu valid infonya. Selain itu, jika benar berita yang dishare hoaks bisa melaporkannya. Kita juga bisa melakukan tindakan keamanan akun dengan verifikasi 2 langkah seperti yang ada di menu pengaturan akun.

Oleh karena itu, lebih cakaplah  dan cerdas dalam berselancar di dunia digital dan bagikan konten, ilmu ataupun karya yang memotivasi, menebar energi positif nan menginspirasi itu jauh lebih baik. INGAT jarimu adalah harimaumu. SARING dulu sebelum SHARING.

Seperti bunyi surat QS. Al Hujarat ayat 6 yang disampaikan oleh nara sumber diakhir pertemuan:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

SO, EVERYBODY LET'S FIGHT HOAX๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Nur Azizah

 

 

 

 

 

 

 

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...