Senin, 14 Februari 2022

MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Jumat, 11 Februari 2022

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang    : 23

Resume ke    : 12

Tema         : Mengelola Majalah Sekolah

Nara Sumber : Widya Setianingsih, S.Ag.

Moderator    : Maesaroh, M.Pd.

Memang benar sekali ketika nara sumber-nara sumber sebelumnya mengatakan bahwa pembukaan itu menentukan, sehingga dalam menulis, salah satu triknya buatlah parapraf awal atau pembuka yang menarik, memancing pembaca untuk terjun didalam cerita yang menantang dan membuat penasaran.

Kayaknya bu Maesaroh sebagai moderator berhasil menggunakan trik tersebut dengan membuka pertemuan malam ini dengan ukiran penanya yang menyentuh jiwa:

"Sebuah temu semoga melabuhkan rindu, hingga tercipta semangat yang menggebu menghinggapi derai angin yang mencipta segumpal kenangan enggan mati. Selamat malam Bapak/Ibu hebat Penggiat Literasi di Seluruh Pelosok Negeri. 

Jumpa kembali dengan Maydearly yang siap mebingkai malam ini dengan bait-bait ilmu dari Narasumber hebat Arema. Sang waktu terlalu cepat menarik pelatuknya, mengitari hari demi hari, mengantarkan senja menuju buana nan gulita. 

Menapaki sejengkal episode tentang bait ilmu untuk menciptakan taman pengetahuan yang menawan. Hingga tak terasa sampai di Episode ke-12 yang bertajuk Mengelola Majalah Sekolah. Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa  lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman. Anggap saja malam ini, aku menyuguhimu dengan lelehan madu yang menggoda"😱😂😂

Terhipnotis dengan indahnya rangkaian kata bu May, saya yang sedang menunaikan tugas sekolah untuk ikut dalam sosialisasi kurikulum prototipe oleh SMK PK, tetap berusaha membagikan fokus tetapi harus tetap FOKUS, mengikuti dan menyimak materi BM💪💪

Iya... agar bisa menjadi mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada dalam mengukir frasa😍

Andaikan pertemuan ini live show bukan diWAG, saya dapat membayangkan betapa megahnya musik, indahnya sorot lampu and great applause for her ketika bu May memperkenalkan nara sumber yang hadir dengan "Sense of Motivation" who is always on fire, bu Widya, terbukti dengan berhasinya sebagai alumnus pertama di BM 21 dengan karya pertamanya "Laras-laras Makna dalam Puisi."

 

Bu Widya malam ini membekali kami, khususnya saya, dengan sattu hal yang baru.

"MAJALAH SEKOLAH" 

Sudah lama saya tidak melihat dan membaca majalah sekolah, jika tidak salah ingat terakhir ketika saya masih duduk di kelas 3 SMA. Seru membaca majalah sekolah, seperti membaca majalah Aneka Yes yang populer dikalangan anak muda waktu itu. Membaca majalah sekolah membuat kita mengetahui berbagi kegiatan sekolah saya, apalagi ketika membaca siswa yang menjadi profilnya adalah seseorang yang sedang dikejar-kejar informasinya, hehehehe. 

Selain itu, pasti ada rasa bangga juga, ketika sekolah mempunyai majalah yang belum tentu sekolah lain punya. Tapi sayangnya sekarang majalah sekolah agak langka ditemukan bahkan disekolah tempat saya mengajar juga tidak ada majalah sekolah. Entah, dikarenakan biaya, manajemen atau SDMnya. 

Menyimak materi malam ini, alhamdullillah kembali mencerahkan, bak melihat pelangi setelah hujan. Semoga semangat yang kembali berkobar untuk mengadakan majalah sekolah dapat tercapai, minimal ide ini harus tersampaikan kesekolah sehingga bisa direalisasikan. Seperti yang dijelaskan oleh Bu Widya bahwa majalah sekolah adalah majalah yang dikelola, dibuat dan di edarkan dikalangan sekolah. Dari dan untuk sekolah.

So, apa sih untungnya mempunyai majalah sekola? Apa hanya untuk cari-cari informasi dan rasa bangga? Oh tentu tidak.

Dalam paparannya bu Widya menjelaskan beberapa manfaat majalah sekolah, seperti:

 💡 Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa.

 💡 Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan, dan hiburan.

 💡 Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll).

 💡 Sarana publikasi sekolah di masyarakat.

 💡 Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Untuk susunan redaksinya seperti gambar dibawah ini:


Dalam membuat majalah sekolah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:
1. Nama majalah yang tentunya harus unik, menarik dan mudah diingat.
2. Artikel yang akan ditampilkan bisa berupa visi misi sekolah, salam redaksi, berita sekolah, profil guru, profil siswa, karya siswa, kegiatan siswa, kuiz berhadiah, prestasi sekolah, info dan pengumuman ataupun hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan sekolah.
3. ISBN majalah.
4. Bahasa yang digunakan dalam majalah misalnya bahasa keseharian yang tidak terlalu formal atau bahasa gaul dan yang penting bahasanya komunikatif sehingga seolah-olah sedang berbincang dengan pembaca.
5. Tema sebaiknya diambil dari hal-hal yang lagi booming atau trend.
6. Cover dan layout harus menarik.
7. Pembiayaan yang meliputi biaya cetak, honor crew, hadiah kuiz dan lainnya yang bisa bersumber dari siswa, BOSDA ataupun seponsor.
8. Percetakan
9. Upgrade ilmu secara kontinue.
10. Kekompakan tim yang harus terus dipupuk dan dijaga.

Dari pengalaman majalah sekolah yang diceritakan bu Widya yang berjudul "KHARISMA". Beliaupun menjelaskan diawal-awal tentulah sangat berat, dibentuk tahin 2007, sempat vakum di tahun 2008 dan reborn di tahun 2010. Yang awalnya sederhana dengan artikel yang belum beragam menjadi seperti sekarang yang lebih menarik, lebih beragam juga isinya. Yang sebelumnya jumlah halaman hanya 20 an sekarang menjadi 40 an. Tapi sejalan dengan waktu maka akan sampai kepada tujuan. 

 
Dari sesi tanya jawab, salah satu kunci adanya majalah disekolah adalah carilah SDM yang SUKA, MAU dan AHLI literasi, jaga SOLIDARITAS crew dan pintar-pintar dalam pembiayaan atau mencari sponsor 😀😀 

Selain itu, niat dan keinginan yang kuat untuk mengadakan majalah sekolah harus tertanam dan konsisten. Walaupun memang benar kadang niat dan keinginan tidak sejalan dengan kondisi dan harapan. Seperti dalam kegiatan pelatihan BM ini, pasang surutnya  kesempatan dan konsisten dalam mendisiplinkan diri untuk berproses untuk Belajar Menulis dan menghasilkan karya selalu dirasakan. Tapi tekad untuk sampai kegaris finish tetap on fire. Mengutip kalimat motivasinya bu Widya:

Tak akan mundur, sebelum resume meluncur. Pantang menyerah sebelum buku solo tercipta.

💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻 

Pangkalpinang, 11 Februari 2022

NUR AZIZAH-PKP

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...