Jumat, 03 Desember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 15
Tema
: Literasi Digital Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan
Nara Sumber : Raimundus Brian Prasetyawan
Moderator : Helwiyah
Pada pertemuan kali ini saya tidak bisa ikut gabung dizoom meeting. Padahal sangat ingin bergabung. Bukan tanpa alasan. Hari ini jam satu lewat kami mengadakan pertemuan MGMP bahasa Inggris SMK kota Pangkalpinang. Tetapi dikarenakan hujan, banyak rekan-rekan yang terlambat sehingga acara baru bisa dimulai hampir jam setengah tiga. Tidak menyurut semangat kamipun melakukan agenda MGMP sesuai rencana sampai hampir jam setengah lima. Ketika pulang, hujan turun dengan lebat dan langit sangat gelap, jadi kami yang berkendaraan motorpun berhenti. Singkat cerita jadinya saya tidak bisa ikut zoom meeting pada pertemuan ini.
Salah satu hal yang saya suka dari grup ini adalah "semangat maju bersama dan saling support". Buktinya walaupun ketinggalan zoom meeting, panitia tetap memberi kesempatan bagi peserta untuk menyimak materi, bukan hanya membagi materi dalam bentuk PPt tetapi juga membagi link YouTube yang disiarkan oleh bapak Fajar Tri laksono. Alhamdulillah...akhirnya saya tetap bisa mengikuti pertemuan walau lewat "siaran ulang"
Pertemuan ini dibuka oleh bunda Helwiyah sebagai moderator yang ramah, penuh semangat dan selalu memberikan energi positif. Kemudian pak Brian diberi kesempatan untuk menyampaikan materi. Materi yang diberikan pak Brian merupakan rangkaian dari materi di GMLD. Materi ini mengenai "KEMAMPUAN" dan "KESEMPATAN" kecakapan literasi digital.Kecakapan literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkan media digital dengan bijak, cerdas, cermat, serta tepat sesuai dengan kegunaannya (kompas.com).
Dimasa sekarang hampir semua orang, dari anak-anak sampai orang tua, bersinggungan dengan media digital seperti sepeti program komputer, games, aplikasi Hp, gambar digital, video, media sosial, website, audio (mp3) dan ebook. Nah kaitannya dengan kecakapan literasi digital, kita sebagai pengguna harus pintar mengasah dan mengembangkan kemampuan dan membaca peluang atau kesempatan yang ditawarkan berbagai media digital.
Seperti yang dijelaskan oleh pak Brian bahwa kemampuan dan kesempatan dari pemanfaatan media digital yaitu:Beliau juga berbagi pengalaman dalam memanfaatkan media digital seperti pengunaan blog untuk PJJ, menulis buku, menjual buku, pelatihan dan menjadi nara sumber serta membentuk komunitas. Menyadari banykanya hal yang dapat kita lakukan, kita pun bisa mengikuti jejak pak Brian.
Kita sudah memulainya. Tergabungnya kita di GMLD ini bukanlah suatu kebetulan atau iseng-iseng berhadiah. Dipertemukan dengan berbagai nara sumber yang super dan guru-guru hebat, yang salah satunya hebat dalam menfaatkan media digital, harusnya membuat kita semua dapat menjawab tantangan untuk mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan skill, dan menjalin relasi dari kesempatan yang ada. Menulis resume diblog ini juga bukan hanya sekedar menyelesaikan tugas sebagai syarat kelulusan, tetapi lebih dari itu, menulis di blog ini merupakan salah satu langkah kita menunjukkan kecakapan literasi digital dalam membaca peluang untuk meningkatkan keterampilan dan potensi dalam hal menulis.
Selanjutnya dalam diskusi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang menjadi perhatian saya dan juga pertanyaan yang sama akan saya ajukan jika saya mempunyai kesempatan.
👉Pertama mengenai ISBN yang ternyata lewat penerbit bukan pribadi.
👉Kedua mengenai biaya penerbitan yang berbeda, rupanya mengutip istilah yang disampaikan bunda Helwi "ada harga ada fasilitas"😉😊. Ternyata biaya penerbitan akan berpengaruh kepada pengeditan misalnya paket hemat pengeditan hanya editing permukaan saja dan yang lebih tinggi biayanya pengeditan yang dilakukan akan lebih detail.
👉Ketiga mengenai perbedaan kurator dan editor pada karya antologi. Ternyata kurator adalah seseorang yang bertanggung jawab penuh dengan antalogi mulai dari perencanaan, sosialisai, buat grup, syarat penulisan, pengumpulan naskah dan sampai penerbitan, bahkan bisa juga merangkap editor lapis satu. Sedangkan editor mengedit yang kurang, misalnya typo, menata tulisan, memperbaiki tanda baca atau paragraph yang berantakan dan lainnya.
Alhamdulillah apa yang menjadi pertanyaan dihati sudah terwakili oleh guru-guru hebat di grup ini. Terima kasih pak Brian atas penjelasannya.👏👏
Materi yang pak Brian sampaikan memantapkan cakrawala dan lebih membuka mind set kita dalam pemanfaatan media digital. Apa yang kita dapat tentunya tidak hanya sebatas didalam hati dan pikiran kita, tetapi sebagai guru-guru kita harus mampu memotivasi dan berbagi dengan guru yang lain, siswa ataupun masyarakat luas untuk mengembangkan kemampuan dan membaca kesempatan yang ditawarkan oleh media digital.
Pergi kepasar beli gandum satu kwintal
Gandum diolah jadi roti dihiasi buah ceri
Ayo semua ambil kesempatan dimedia digital
Asah keterampilan dan kembangkan diri
Nur Azizah
alhamdulillah, keren Bu.. pantunnya pun lebih mewarnai..
BalasHapus