Senin, 29 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 13
Tema
: Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital
Nara Sumber : Aam Nurhasanah
Moderator : Dail Ma'ruf
Yah... telat lagi menulis resumenya...but never mind, agian..."Better late than never". Iya untuk dua minggu ini kegiatan tiba-tiba begitu banyak, berasa seperti orang penting yang banyak agenda pekerjaan atau selebritis yang sibuk shooting streaming serial drama😅😅. Sticky note yang tertempel didinding kamar biasanya hanya terdapat 1 atau 2 baris pekerjaan yang harus diselesaikan, bahkan kadang-kadang kosong. Tetapi untuk dua minggu ini bukan baris tulisan lagi yang terlihat tetapi sudah seperti paragraf. Alhasil ada beberapa yang tertunda menunggu antrian untuk diselesaikan, salah satunya resume ini. Semoga resume kedepannya bisa lebih cepat dan segera setalah pertemuan selesai...aamiin.
Baiklah saya akan mencoba menulis resume dari pertemuan ini dari apa yang saya simak dan dari materi yang dishare di WAG.
Nara sumber pada pertemuan kali ini adalah Bu Aam yang merupakan seorang kepala sekolah di SMP Matlaul Hidayah Lebak Banten dan juga seorang guru yang berprestasi dalam memenangkan berbagai lomba literasi. Pertemuan kali ini dipandu oleh Pak Dail sebagai moderator. Tentunya Pak Dail tidak asing lagi bagi kita semua karena seringnya beliau memandu sekaligus memotivasi kita di grup GMLD ini. Pak Dail dengan lihainya selalu memandu jalannya acara dengan friendly, santai tapi pasti dan bermakna, sehingga kami yang menyimak materi Bu Aam pun berasa seperti berbincang-bincang hangat di tengah pendopo yang ditemani dengan sepiring goreng pisang dan secangkir kopi.
Sambil menyelesaikan dan mengecek soal PAS sekolah yang harus segera dikumpul dan beberapa tugas tambahan saya sore ini, saya terus berusaha menyimak materi yang dishare diWAG. Walaupun saya tidak bisa ikut dalam voting mentimeter yang dishare oleh bu Aam tapi secara spontan saya menjawabnya langsung😊😊.
Pada kesempatan kali ini lagi-lagi topik yang diangkat berkaitan dengan hoaks, sosmed dan dunia digital, tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Topik tentang hoaks juga sudah sempat dibahas pada dua pertemuan sebelumnya di GMLD ini. Hal ini menunjukkan menunjukkan bahwa fenomena hoaks di dunia digital yang salah satunya melalui media sosial sangat penting untuk dikaji terus sehingga kita semua benar-benar sadar dengan bahayanya hoaks, pintar mengenali hoaks, sangat bisa menghindarinya dan yang terpenting tidak ikut menyebarkan hoaks yang banyak berseliweran di dunia digital khususnya di media sosial.
Sebelum melanjutkan ke materi inti narasumber menanyakan kepada peserta mengenai pendapat mereka terhadap definisi hoaks itu sendiri melalui voting mentimeter. Dari hasil voting dan penjelasan Bu Aam dapat disimpulkan disimpulkan hoaks adalah berita bohong atau berita yang sesungguhnya harus diverifikasi kebenarannya. Bukankah kita sering mendapatkan kiriman pesan melalui WA atau telegram seperti voucher atau hadiah aatau satu program yang kemudian meminta kita membagikan link tersebut ke beberapa orang, nah yang seperti ini harus dicermati dan dicek betul-betul. Karena takutnya merupakan penipuan atau berita hoaks.
Kemudian di jelaskan ciri-ciri hoaks yang bisa dikenali, seperti :
1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.
2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.
3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.
4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.
5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.
6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.
7. Memberi penjulukan.
8. Minta supaya di-share atau diviralkan.
9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.
10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.
11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.
12.
Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya
sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya
juga dimanipulasi.
Nah, bagaimana cara meyikapi hoaks?
Tentu saja kita harus kritis dan bijak, jangan langsung percaya tanpa mengecek kebenaran berita atau informasi terlebih dahulu, apalagi langsung langsung di-share padahal belum tentu valid infonya. Selain itu, jika benar berita yang dishare hoaks bisa melaporkannya. Kita juga bisa melakukan tindakan keamanan akun dengan verifikasi 2 langkah seperti yang ada di menu pengaturan akun.
Oleh karena itu, lebih cakaplah dan cerdas dalam berselancar di dunia digital dan bagikan konten, ilmu ataupun karya yang memotivasi, menebar energi positif nan menginspirasi itu jauh lebih baik. INGAT jarimu
adalah harimaumu. SARING dulu sebelum SHARING.
Seperti bunyi surat QS. Al Hujarat ayat 6 yang disampaikan oleh nara sumber diakhir pertemuan:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
SO, EVERYBODY LET'S FIGHT HOAX💪💪
Nur Azizah
let's fight, Sis..
BalasHapus