Rabu, 24 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 11
Tema
: Keterampilan digital untuk Masa Depan yang Cerah
Nara Sumber : Deni Darmawan
Moderator : Helwiyah
Memasuki pertemuan ke-11 ini materi yang dihadirkan didalam pelatihan ini semakin seru. Walaupun ditengah-tengah banyaknya kegiatan yang harus dijalani, saya tetap menyempatkan diri untuk mengikuti materi yang dishare diWAG. Hanya saja penulisan resume yang terlambat. Tapi enggak apa-apa, ibarat pepatahnya mereka yang doyan makan keju "better late that never". So, I keep writing the resume karena dengan menulis resume ini saya akan lebih memahami materi yang saya baca digrup.
Materi pada pertemuan ini disampaikan oleh Uncle D, pak Deni sebagai nara sumbernya dan bunda Helwi sebagai moderatornya. Seperti biasa bunda Helwi selalu memulai pertemuan dengan memberikan motivasi dan semangat kepada peserta serta menjelaskan agenda yang akan dilakukan.Setalah bunda Helwi mempersilahkan waktu dan ruang chat kepada nara sumber, uncle D pun mulai memainkan perannya, meyampaikan materi yang diawali dengan menyapa hangat dan memperkenalkan diri.
Kemudian uncle D menyampaikan penegasan tentang posisi kita sekarang ditengah perkembang teknologi yang sudah memasuki era society 5.0.
5.0??????? Berasa seperti terketuk, 4.0 saja saya merasa seperti masih jauh tertinggal apalagi sekarang 5.0?
Alhamdulillah, di pertemuan ini uncle D menguatkan lagi mengenai revolusi industri 4.0 atau keterampilan abad 21.
Keterampilan abad 21 meliputi critical thinking, creativity, communication, and collaboration atau yang lebih dikenal dengan 4C. Sebenarnya keterampilan 4C ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru-gurunya. Menyikapi revolusi industri 4.0 ini, guru-guru harus menggunakan dan mengasah keterampilan 4Cnya untuk bertransformasi menjadi guru abad 21 yang digital literate dan memiliki keterampilan digital atau literasi digitalnya mantap.
Seperti yang dijelaskan oleh uncle D, literasi digital merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam proses menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum.
Untuk itu, dalam memahami dan mengembangkan ketrampilan digital sesuai amanah dunia pendidikan adalah memiliki keterampilan 4C.
Selanjutnya uncle D menjelaskan satu per satu keterampilan 4C terkait dengan dunia digital ini.
💎Critical Thingking atau Berpikir kritis merupakan cara berpikir kritis dalam memanfaatkan dan membaca peluang teknologi digital dan kemampuan menerima atau memilah informasi misalnya terkait dengan informasi hoax. Salah satu cara untuk berpikir kritis dan logis yaitu dengan menggunakan rumus 5W 1H. Keterampilan berpikir kritis ini dapat membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang terjadi.
💎Creativity atau kreatif. Orang yang kreatif selalu thinking out of the box. Terus menggali ide, mencari ide, dan membuat ide-ide baru atau berinovasi. Dunia digital menawarkan kita berbagai platform, aplikasi dan media untuk berkreatifitas tanpa batas untuk menyampaikan ilmu dan menyalurkan ide. Ide mampu diwujudkan dalam sebuah karya yang bermanfaat untuk orang banyak. Guru mempunyai segudang ilmu dan ide, jadi guru dapat membuat karya berupa konten kreatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dunia digital.
💎Collaboration atau kolaboarsi merupakan keterampilan bekerja sama dengan tim atau kelompok misalnya guru membuat suatu projek konten kreatif pembelajaran melalui aplikasi tertentu. Keterampilan ini mendorong setiap anggota kelompok untuk saling sharing ide sehingga mampu mendobrak kreatifitasnya dan berkontribusi satu sama lainnya. Sebagai contoh kolaborasi yang dilakukan Om Jay dengan guru-guru hebat lainnya dalam melaksanakan program kelas-kelas super seperti menulis dan GMLD ini. Tanpa kolaborasi, sulit rasanya mewujudkan program kelas-kelas “super keren” iini.
💎Communication atau komunikasi merupakan keterampilan meyampaikan ide dan karya melalui dunia digital misalnya melalui berbagai media sosial seperti Facebok, IG, YouTube, atau blog. Sebagai contoh banyak guru yang mengupload video pembelajaran atau tutorial di YouTube. Selain itu, para guru di kelas menulis maupun GMLD ini juga memanfaatkan blog untuk menulis
resume dari materi yang didapat. Alhasil, banyak guru yang pandai menulis bahkan menerbitkan
berbagai buku. Selain dapat menyampaikan ide kreatif, karya atau ilmunya, dengan memanfaatkan platform digital, guru juga mendapatkan kesempatan mengembangkan diri, pujian bahkan point, koin, atau cuan.
Dari apa yang disamapaikan oleh uncle D pada pertemuan ini sangat penting bagi kita guru untuk terus mengembangkan keterampilan 4C dalam menjawab tantangan perkembangan dunia digital sehingga kita semua dapat memiliki keterampilan digital yang mempuni untuk masa depan yang cerah.
Oleh karena itu, sebagai guru kita semua HARUS BISA, MAU & CEPAT BELAJAR, BERADAPTASI dan BERMIGRASI dengan segala perubahan teknologi yang terjadi begitu cepat. Terlebih lagi kita harus menyadari bahwa generasi yang ingin kita cerdaskan serta motivasi adalah generasi Z, GENERASI EMAS INDONESIA.
Suka sekali dengan closing statementnya uncle D:
SO...ALWAYS KEEP YOUR SPIRIT...GREAT TEACHERS...💪💪😊
Nur Azizah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar