Senin, 13 Desember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 19
Tema
: Era Teknologi Bebas Namun Tanggungjawab
Nara Sumber : Rifatun
Moderator : Rosminiyati
Selanjutnya, beliau mengingkatkan kami kembali mengenai syarat memperoleh sertifikat LULUS dalam Pelatihan GMLD, sebagai berikut:
1. Minimal mengikuti 16 materi dari 20 materi yang diberikan di kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) yang dibuktikan dengan daftar hadir yang tersedia di deskripsi grup WA GMLD.
2. Menulis resume di blog pribadi minimal 16 resume materi yang diberikan narasumber dari 20 materi yang dibuktikan dengan mengisi form pengumpulan resume.
3. Menulis minimal 1buku antologi yang dibuktikan dengan namanya tercantum pada daftar penulis buku tersebut (peserta akan mendapatkan sertifikat penulis dari penerbit).
Penjelasan kak Ros ini menyadarkan kami bahwa sekarang kami sudah diujung perjalanan pelatihan GMLD, pertemuan ke 19. Kami harus flashback lagi dengan tugas-tugas yang harus kami selesaikan agar lulus. Sayangkan jika sudah melangkahkan kaki tapi semua terhenti ditengah jalan?
Pada pertemuan ini, kak Ros membersamai narasumber yang hebat yang tidak muda lagi tetapi semangat belajarnya luar biasa, dengan segudang pengalaman dan prestasi, juga berdedikasi tinggi dalam kegiatan belajar PGRI. Beliau adalah bu Rifatun.
Setelah memperkenalkan diri dengan humblenya, bu Rifatun kemudian menyampaikan materi yang diawali dengan memberikan pertanyaan "apakah yang dimaksud dengan Era Teknologi?"
Dengan aktifnya peserta menjawab, diantarnya:
👉Era digital adalah suatu zaman dimana kegiatan atau aktivitas di lakukan dengan menggunakan media digital
👉Jaman yang serba digital ,contoh kita bisa berada taksi dengan ada aplikasi online,bagi guru yang sudah mempunyai dan menguasai laptop , HP bisa menggunakannya dengan maksimal , mengikuti tuntunan zaman moderen, zaman 4.0
Setelah mengapresiasi jawaban peserta, bu Rifatun menghadiahkan salah satu peserta dengan jawaban terbaik sebuah buku karya beliau.
Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya bahwa teknologi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekeliling kita. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh: meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan. Dengan adanya teknologi kita bebas menggunakannya
Bagaimana cara kita menggunakan teknologi yang bebas ini ?
Bu Rifatun kembali mengajukan pertanyaan ini kepada peserta. Dari respon peserta dapat disimpulkan bahwa menggunakan teknologi haruslah dengan bijak, smart, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan seperti seorang guru yang menggunakan infokus pada saat mengajar, agar materi yg begitu luas dapat terjangkau semua siswa dan membuat pembelajaran menjadi menarik. Hal lain yang juga tidak kalah penting dalam menggunakan teknologi adalah menghindari dampak negatif dari teknologi dan yang terpenting harus bertanggungjawab.
Bu Rifatun juga menambahkan bahwa pemanfaatan dalam dunia pendidikan antara lain:1. Membantu untuk mengelola prioritas
2. Komunikasi yang lebih baik
3. Menggunakan cara yang berbeda untuk Pendidikan
4. Memanfaatkan teknologi tepat waktu
Selain 4 cara diatas memanfaatkan teknologi supaya kegiatan belajar menjadi lebih mudah, seperti:
1. Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
2. Menonton video pembelajaran di situs video sharing
3. Memakai aplikasi untuk penunjang kegiatan belajar
4. Manfaatkan website penyedia materi pelajaran
5. Gunakan fitur yang ada di smartphone
Berkaitan dengan penggunaan teknologi yang bebas namun bertangung jawab maksudnya kita mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita misalnya sebagai seorang guru kita bisa bebas mencari bahan ajar untuk kita ajarkan kepada anak didik kita. Bentuk bertanggung jawab dari kita adalah dengan menggunakannya dengan baik dan tidak menggunakannya untuk menyebarkan hal-hal buruk.
Kita dalam menggunakan teknologi harus bersikap tanggung jawab di tengah ruang kebebasan di media sosial. Transformasi Digital, menuntut kita untuk selalu berbudaya, terutama ketika berinteraksi dengan manusia lain yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya.
Oleh karena itu kita harus pandai memanfaatkan teknologi baru dan harus bertanggungjawab dalam menggunakannya. Kecakapan literasi digital harus dikuasai oleh semua orang: guru, siswa dan lainnya. Sebagai contoh siswa yang sering memposting hal-hal yang bersifat pribadi tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi perbuatannya.
Terkait dengan hal ini, tugas orang tua dan guru untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan, aturan dan akibatnya. Bagaimana caranya?
Guru dapat mengedukasi peserta didik tentang berliterasi digital ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas dan diintegrasikan dengan mata pelajaran.
Disesi pertanyaan, menanggapi salah satu pertanyaan dari peserta, bu Rifatun menjelaskan bahwa menyikapi segi positif dan negatif penggunaan teknologi kita harus membangun paradigma berpikir kritis dengan cara membangun pertanyaan 5W+1H. “Siapa” Yang memberikan informasi, “Apa” yang dikatakan, “Dimana” Hal itu terjadi, “Kapan” hal itu dikatakan, “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Terakhir, bu Rifatun sebagai narasumber memberikan closing statement yang mantap:
"Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat era teknologi/ digital dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital yang sesuai dengan kita. Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggungjawab".
SO, BE SMART, BE WISE AND BE RESPONSIBLE!
Nur Azizah
Tulisan penuh manfaat dan inspirasi. Well done Bu Nur Azizah dari Pangkalpinang-Babel
BalasHapus