Jumat, 10 Desember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 18
Tema
: Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital
Nara Sumber : Leni Priska
Moderator
: Deni Darmawan
Alhamdulillah, hari ini bisa bergabung kembali di zoom meeting untuk pertemuan ke-18.
18???? Berarti pertemuan ini adalah pertemuan materi terakhir GMLD melalui zoom meeting dong... karena pertemuan ke 19 dan 20 akan diadakan di hari Senin dan Rabu depan dan akan lewat WAG. Enggak kerasa ya...
Dibuka oleh Uncle D yang ramah dan hebat dalam mencairkan susasana, beliau pertama-tama menyampaikan salam dan menyapa peserta GMLD dilayar kaca virtual. Kemudian uncle D menjelaskan jalannya pertemuan dan memperkenalkan nara sumber hebat dengan jam terbang yang tinggi dan aktif diberbagai grup PGRI, bu Leni.
Bu Leni adalah seorang guru dengan segudang pengalaman, prestasi, aktif dalam berbagai trainning dan juga menulis. Selain itu, uncle D juga memberi bocoran bahwa bu Leni juga keren berpuisi dalam bahasa Inggris...WoW...T-O-P Banget👍
Pertemuan ini terasa begitu hangat ditengah dinginnya hujan sore ini.
Ibu Leni membuka acara dengan low profile dan menyapa peserta dengan melantunkan sebuah pantun:
Liburan ke korea bersama sahabat
Beli bantal saat ingin pulang
Selamat sore Bapak/Ibu guru hebat
Bersama literasi digital ciptakan peluang
keren ibu...pantunnya..👏👏👏
Setalah itu beliau juga memberikan game yang sangat menarik dan mencairkan suasana..."guessing game". Gamenya seru sekali, walaupun guessing game tapi sukses mengembalikan fokus peserta dan membuat atmosper pertemuan ini terasa lebih enjoyable.
Sangat menginspirasi sekali ketika bu Leni menceritakan tentang Frilandia sebagai negara literasi yang paling baik. Hal ini bukanlah suatu proses yang instant. Ada beberapa hal yang membuat Firlandia sebagai negara literasi terbaik di dunia, seperti:
Dari kisah negara Frilandia ini, sebagai kepala perpustakaan di tempat saya bertugas, ada satu hal yang menjadi tekad kedapannya yaitu mengoptimalkan peran dan fungsi perpustakaan sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi pemustaka melalu program-program unggulan perpustakaan, misalnya dengan memanfaatkan dunia digital.
Dalam hal dunia digital penting untuk memahami makna literasi digital. Bu Leni pada kesempatan ini tidak hanya menyampaikan apa itu literasi digital tetapi juga menjelaskan 4 kompetensi literasi digital yang harus dikuasai: digital skill, digital ethics, digital safety dan digital culture.
Ke 4 kompetensi ini bukanlah hal yang terpisah-pisah, melainkan satu kesatuan yang saling mendukung. Keterampilan digital yang dimiliki oleh pengguna haruslah diikuti dengan pemahaman etika, keamanan dan budaya digital yang baik. Selain itu, keterampilan digital yang terus diasah akan membawa kebaikan dan berpikir kreatif dalam menciptakan peluang melalui literasi digital. Untuk menciptakan peluang itu sendiri ada beberapa cara yang harus dipertimbangkan terkait dengan kebutuhan, kemampuan diri, hobi, lokasi, dan usaha.
Berkaitan dengan hal ini, bu Leni membagikan pengalamannya dalam membaca peluang karena cakap berliterasi digital.
Sebagai pengajar beliau sangat pintar membaca peluang. Dengan kecakapan literasi digitalnya dalam menggunakan aplikasi zoom, quizez dan aplikasi lainnya, beliau bisa mengajar les secara online dari Indonesia yang siswanya berada dan sekolah di Malaysia. WOW...keren sekali ibu...👏👏👏
Selain itu, bu Leni juga menjelaskan bagaimana beliau mencari informasi didunia digital mengenai minyak kemenyan, mengekstraknya dan memproduksinya sebagai sebuah produk yang bermanfaat. Beliau juga berpeluang menjualnya dengan memasukkan produk minyaknya kedalam marketplace. Tidak hanya sampai disitu, beliau juga mengiklankan produknya dengan membuat alat promosi melalui aplikasi tertentu.
Diakhir sesi, bu Leni juga membari tantangan kepada perserta untuk membuat flyer atau poster mengenai suatu produk atau hal lainnya. Peserta dapat memanfaatkan dunia digital seperti aplikasi tertentu contohnya doratoon, canva atau lainnya.
Tantangan????? Siapa takut😂😂😂
Karena selain guru saya juga kepala perpustakaan, dalam menjawab tantangan yang diberikan oleh bu Leni, saya membuat flyer yang berkaitan dengan perpustakaan. Yah "produk" saya adalah perpustakaan. Dengan memanfaatkan dunia digital saya akan "memasarkannya" dan membuat iklan "ajakan berkunjung ke perpustakaan".
Mengapa saya memilih tema ini karena selain menjawab tantang bu Leni, saya juga ingin flyer yang saya coba buat dapat digunakan langsung untuk perpustakaan. Ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Untuk membuat flyer tersebut saya memutuskan menggunakan aplikasi canva. "Canva", sangat sering mendengar aplikasi ini, tapi saya belum pernah mencobanya sama sekali. Alasannya???? Takut, bingung dan alasan klasik "tidak PD"😊
Tapi alhamdulillah, setelah mendengar penjelasan, arahan dan motivasi dari narasumber-narasumber hebat di GMLD ini dan juga rekan-rekan guru keren yang selalu memberi support, "COBA DULU", membuat saya melangkah ke log in "canva".
Bolak-balik baca cara membuat flyer melalui canva di google sampai cara menyimpannya akhirnya selesai flyer saya yang pertama (harap dimaklumi masih amatiran)😂😂
Banyak sekali yang disampaikan oleh bu Leni, bukan hanya memaparkan materi tetapi juga berbagi pengalaman yang sangat berharga. Melalui tantangan yang beliau berikan, membuka dan memberi pengalaman belajar berharga serta kesempatan bagi kami peserta untuk mengasah dan memaksimalkan potensi serta keterampilan digital kami. Semoga dengan bekal keterampilan dan kecakapan litersi digital ini dapat menciptakan berbagai peluang positif kedapannya.
"DON'T BE AFRAID TO TRY"
Nur Azizah
Wow ... selalu mencoba dan tidak lernah gagal karena memang cerdas dan andal. Semangat pun selalu berkobar. Inilah pembelajar dan motivator sejati.
BalasHapus