Rabu, 08 Desember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 17
Tema
: Berbagi Praktik Baik Literasi Digital
Nara Sumber : Maria Sumakul
Moderator
: Ms. Phia
Waktu terasa semakin cepat berjalan, sekarang sudah pertemuan ke-17. Materi yang disampaikan oleh para nara sumber semakin kesini semakin berasa arah dan manfaatnya terutama bagi kita, guru-guru hebat. Membaca judul flyer pada pertemuan ini membuat saya bertebak-tebak praktik baik apa yang akan disajikan nara sumber dan praktik baik apa yang akan saya terapkan nanti setelah mendapatkan materi ini.
Pertemuan ke 17 ini dipandu oleh bilingual blogger yang tidak asing lagi, Ms. Phia. Seperti biasa beliau memandu dengan sangat lincah dan ramah. Walaupun hanya memandu melalui wa, tapi kesan ramahnya moderator ini selalu tergambar, seperti ketika beliau membuka pertemuan dan memperkenalkan nara sumber, ibu Maria Sumakul:
"This afternoon, saya akan membersamai nara sumber hebat kita, yang terkenal dengan bukunya tentang Coding.. 🎉🎊"
"Dear Motivators, tema kuliah sore hari ini adalah *_Berbagi Praktik Baik Literasi Digital_*"
"Materi akan disampaikan oleh nara sumber hebat yang aktif berbagi praktik baik di dunia digital dengan mengajar coding, menulis buku dan banyak lagi kegiatan baik lainnya. 🥰"
Betulkan....😊
Ibu Maria sebagai nara sumber pada pertemuan ini, mengawali penyampaian materi dengan memaparkan kondisi pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari We are Social dan Hootsuite pada Februari 2021, dalam laporan tahunan yang berjudul Indonesia Digital Report 2021, data penggunaan internet di Indonesia sangatlah tinggi jumlahnya, menyentuh angka 200 lebih juta penduduk. Aktivitas masyarakat sebagai penggunapun beragam ada yang aktif di media sosial, game, popcast, broadcast, musik streaming dan sebagainya.
Data ini sebenarnya menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat Indonesia dekat sekali dengan dunia internet atau dunia digital untuk itu sudah seharusnya diarahkan pada berbagai praktik baik literasi digital.
Sering kali dalam pelatihan GMLD ini prase "literasi digital" didengungkan, bukan hanya karena memang itulah inti dari pelatihan ini, tetapi untuk terus memantapkan pemahaman kita semua makna dari "literasi digital" itu sendiri.
Sebelum membahas lebih jauh berbagai aktivitas praktik baik literasi digital, bu Maria juga menyampaikan kembali apa makna literasi digital.
Kemudian bu Maria juga menjelaskan mengenai manfaat dari literasi digital itu sendiri:
Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa iterasi digital mempunyai hubungan yang erat dengan dunia pendidikan. Literasi digital mampu mengembangkan dunia pendidikan. Literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas. Dengan cara ini, kualitas sektor pendidikan dapat ditingkatkan.
Seperti dimasa pandemi covid-19, pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber digital secara bijak, mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan.
Untuk itu kecakapan literasi digital harus diajarkan kepada siswa dalam dunia pendidikan. MENGAPA?
Hal ini dikarenakan dekatnya siswa dengan media sosial. Mereka adalah pengguna yang termasuk dalam data yang dipaparkan oleh bu Maria diawal materi. Siswa yang masih labil sangatlah rentan terhadap pengaruh negatif dari dunia digital. Oleh karena itu, membekali dan mengedukasi siswa dengan pemahaman literasi digital sangatlah perlu agar mereka terhindar dari kejahatan dunia digital seperti cyber bullying atau phising atau penipuan dan kejahatan lainnya.
Ibu Maria juga menjelaskan beberapa tujuan pembelajaran literasi digital di sekolah dan manfaatnya bagi siswa:
Untuk praktik baik literasi digital salah satunya dapat dilakukan dengan pengintegrasian mata pelajaran yang ada disekolah secara kolaborasi seperti ynag sudah dilakukan oleh bu Maria yang merupakan guru komputer dengan guru-guru mata pelajran yang lain. Sebagai contoh pengintegrasiannya adalah membuat poster digital dengan Microsoft Word, membuat twibbon keren dengan Microsoft Power Point, membuat animasi sederhana dan lainnya.
Dari apa yang dijelaskan oleh nara sumber pada pertemuan ini, dapat disimpulkan pentingnya kita sebagai guru untuk memainkan peran dalam berbagi praktik baik literasi digital di sekolah. Selain itu, sebagai guru yang mengajari dan mendidik siswa-siswa generasi Z ini, kita harus mau dan bisa untuk terus belajar dan memahami perkembangan teknologi terkhusus dunia digital (digital literate) agar dapat mengimbangi, menghadirkan dan mengarahkan yang terbaik untuk anak didik.
Sesungguhnya dunia digital ada untuk memudahkan segala aktivitas manusia. Terlepas dari segala hal positif dan negatif yang menyertainya, pandai-pandailah dan bijaklah kita dalam bersikap. Tidak melirik dan menjauh sisi negatifnya dan selalu melakukan praktik baik literasi digital lebih membawa pada kebermaknaan, kebaikan dan keselamatan.
Nur Azizah
Resume yang lengkap dan rapi. Keren.
BalasHapusselalu dan selalu mantap..sukses ya Bu..
BalasHapus