Selasa, 09 November 2021

YUK CEGAH CYBER BULLYING

 

Senin, 08 Nopember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 4

Tema             : Yuk Cegah Cyber Bullying

Nara Sumber : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Moderator     : Rosminiyati, S.Pd.

Pergi berlibur ke Raja Ampat

Ajak keluarga juga kerabat

Memasuki GMLD hari ke empat

Tema yang diangkat semakin hangat

Yeah... ketika saya membaca flyer yang di share di grup GMLD 3 tentang tema pertemuan ini, sudah terbayangkan tertariknya peserta membahas cyber bullying. Tema yang membuat kita semua must be aware untuk terus meningkatkan pemahaman mengenai literasi digital sehingga dapat aman, nyaman dan lebih bijak dalam beselancar di dunia digital. Pertemuan ini dibuka dengan sapaan hangat dan informasi sesi-sesi pertemuan dari moderatornya, Bu Rosminiyati. Tema yang di berjudul "Yuk Cegah Cyber Bullying" pada pertemuan ini awalnya akan disampaikan oleh Bapak Munif Chatib, tetapi dikarenakan kesehatan beliau yang kurang baik, maka materi tersebut disampaikan oleh Om Jay yang tentunya tanpa melunturkan makna dan semangat peserta GMLD ini untuk menyimak, bertanya dan berdiskusi sampai akhir sesi sehingga waktu yang tersediapun terasa kurang. 

 

BULLYING?😨😰😭😱

Setiap kali mendengar kata bullying pastilah hal-hal negatif yang akan berseliweran dikepala kita; intimidasi, ejekan, pukulan, depresi dan lainnya yang terjadi pada seseorang. Kampanye stop bullying terus disuarakan untuk mencegah fenomena ini. Stiker stop bullying bisa dengan mudah di temukan di dinding-dinding sekolah saya dan mungkin juga di sekolah anda. Mengapa demikian? Karena fenomena bullying ini memang dapat memberi dampak negatif baik secara psikologis maupun fisik.

Bullying ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang merasa mempunyai kelebihan dari orang lain, misalnya dalam hal fisik, kekuasaan, jabatan, dan kemampuan lainnya. Disisi lain satu hal yang perlu juga kita pahami, terkadang bullying dilakukan karena pelaku adalah korban kekerasan dikeluarganya atau hanya sebagai pengakuan dalam pergaulan.

Di masa sekarang bullying tidak hanya berupa intimidasi phisikal, verbal dan sosial didunia nyata, tetapi juga di dunia maya yang dikenal dengan cyber bullying. Cyber bullying merupakan perundungan yang menggambarkan kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar, informasi atau gambar foto yang ditujukan untuk menyakiti, mengintimidasi, menyebar kebohongan, menghina yang diunggah di internet atau di jejaring media sosial.

Sering kita jumpai di media sosial seperti  FB, IG dan media online lainnya terdapat hate comment dari anonymous account atau fake account, konten-konten atau gambar yang bisa membuat seseorang malu. Semua itu bisa termasuk cyber bullying. Lalu apakah hanya itu jenis cyber bullying? Tentu tidak... Kita bisa mengexplore pemahaman diri mengenai jenis lain dari cyberbullying dari sumber lain seperti link dibawah ini:

https://www.hipwee.com/feature/jenis-cyberbullying/

Cyber bullying dapat terjadi pada siapa saja, peselancar dunia digital, mulai dari orang tua sampai anak-anak, terutama remaja. Survey yang di lakukan oleh PISA (2018) menyatakan 41% remaja usia 15 tahun pernah mengalami perundungan lebih dari sekali dalam sebulan. 

Nah apa sebenarnya yang dapat memicu terjadinya cyber bullying?

Ada banyaknya hal yang bisa membuat saya, anda, atau siapapun dapat menjadi korban cyber bullying seperti terlalu sering dan banyak memposting yang mungkin dapat mengganggu orang lain, memposting konten yang aneh yang dapat menimbulkan pro dan kontra, tidak selektif dalam memilih teman di sosial media dan kurang hati-hati memposting cerita, mana yang dapat dikonsumsi publik mana yang pribadi.

Satu hal yang perlu kita sadari, fenomena cyber bullying yang merupakan intimidasi dunia maya ternyata lebih parah dari dunia nyata. Coba bayangkan apa yang akan terjadi pada korban cyber bullying?  Jika di dunia nyata yang mengetahui adalah orang-orang yang hanya melihat secara langsung. Tapi akan berbeda ceritanya dengan cyber bullying, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya. Hal ini akan membuat korban merasa tidak percaya diri, malas bersosialisasi, memilih menyendiri, gangguan kecemasan, depresi dan lainnya. 

Terus, bagaimana dengan pelaku? Apakah tidak ada dampaknya bagi pelaku? Of course perbuatan bullying juga berdampak negatif bagi pelaku seperti emosi yang kurang terkontrol, ketidak mampauan untuk bersosialisasi dengan baik, sampai pada ancaman hukuman.  

Kecemasan akan cyber bullying ini, membuat kita semua, guru, orang tua, anak-anak, siswa dan lainnya bertanya-tanya bagaimana cara mencegahnya. Dalam pertemuan kali ini, Om Jay, selaku nara sumber menyampaikan beberapa cara efektif yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying: 

1. Jangan merespons.

2. Jangan membalas aksi pelaku.

3. Simpan semua bukti.

4. Segera blokir aksi pelaku.

5. Selalu berperilaku sopan di dunia maya. 

6. Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang.

 

Selain itu, hal yang dapat dilaku untuk mencegah bullying  dapat dibaca di link berikut ini:

👉https://www.rexona.com/id/gerak-tak-terbatas/7-hal-yang-bisa-kamu-lakukan-sebagai-cara-mencegah-bullying.html

👉https://www.situstarget.com/blog/mencegah-cyber-bullying/

Sebagai guru dan orang tua kita harus membekali, mensosialisasi atau menyampaikan bagaimana sih cara mencegah cyber bullying di dunia digital agar mereka tidak menjadi korban atau pelaku perundungan di dunia digital (cyber bullying). Dari apa yang sudah dijelaskan oleh nara sumber, hal yang dapat dilakukan seperti: 

📢 Edukasi anak.

    📢 Ajari Anak cara menghadapi perundungan.

        📢Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.

            📢 Edukasi tentang postingan.


Begitu besar bahaya cyber bullying, untuk itu, penting bagi kita untuk mencegahnya
terutama dengan mengkampanyekan hal-hal positif.  

STOP CYBER BULLYING.

"Jika kita tidak bisa membuat orang senang jangan menambah beban orang."

"Sesuatu yang sudah diposting tidak akan hilang, ibarat menancapkan paku dipapan, sekalipun pakunya dicabut, tetap membuat lobang pada papannya."

 So, bijaklah dalam memposting sesuatu. Posting dan tebarkanlah suatu kebaikan yang bermanfaat. Ingatlah, "satu kebaikan akan membawa deretan kebaikan yang lainnya."

 

Sumber gambar: https://id.postermywall.com/index.php/art/template/bf57b3fc7aadbbc4bff214c9bef46e47/stop-cyberbullying-design-template#.YYmvcLoxXIU 

 

 Nur Azizah

5 komentar:

  1. Bermanfaat sekali.. 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  2. Maasya Allah, luar biasa keren, Bund👍🏻😊

    BalasHapus
  3. Suka deh dengan gayamu menulis... Sipp

    BalasHapus
  4. Mantap. Resume yang istinewa. Sukses selalu.

    BalasHapus
  5. Mendengar kata bullying ini sebenarnya menakutkan apabila itu terjadi thd keluarga kita. Cyber bullying ini lebih berbahaya dari pada bullying secara langsung karna dampaknya yg lama dan beritanya lebih cepat tersebarluaskan apabika hal tsb dilakukan pada media sosial. Dampak korban akan lebih lama dan susah dihilangkan. Mari sama2 kita pilah dalam membuat suatu status dalam bermedia sosial utk menghindari hal2 yg akan merugikan diri kita dan org lain. Lanjut bu guru... peringatkan selalu hal ini ke sahabat, keluarga dan anak2 didik kita utk tdk melakukan bullying. Sukses terus tulisan keren ibu gurunya. Lanjut....

    BalasHapus

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...