Rabu, 10 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 5
Tema : Strategi Menangkal Hoaks
Nara Sumber : Heni Mulyati, M.Pd.
Moderator : Muliadi
Masih terasa derap pejuang dan panglima
Mengukir sejarah, Indonesia Merdeka
Penuh semangat ikuti pertemuan ke lima
Walau dari WAG tanpa tatap muka 💪💪
Hari ini penuh penghargaan diberikan kepada mereka, para PAHLAWAN INDONESIA. Diberbagai tempat dan media seperti kantor, sekolah, koran, TV, IG, FB, dan medsos lainnya, banyak dijumpai stiker, twibbon pahlawan, doa, untaian puisi, pantun atau kegiatan-kegiatan positif untuk memperingati hari pahlawan. Banyak hal yang dapat dipetik dari perjuangan mereka. Salah satunya semangat mereka menjadi inspirasi untuk terus maju, berinovasi dan berkreasi.
Tak dapat dipungkiri semangat itu sangat terasa bagi saya hari ini. Malu jika hanya duduk diam tanpa ada semangat juang. Estafet rutinitas sampai dengan ekstra kegiatan alhamdulillah dapat terlewati. Mengajar dan mendidik, mengikuti zoom training blended learning dilanjuti dengan menyimak materi GMLD melalui WAG untuk pertemuan kelima. Semua itu cara saya sebagai satu diantara banyaknya pejuang di dunia pendidikan untuk terus bergerak, membekali dan mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan dan informasi.
INFORMASI???
YAP... kita semua sangat membutuhkan informasi tentang berbagai hal. Informasi yang kita peroleh membuat kita mengetahui perkembangan sekitar bahkan dunia. Sering kita mendengar istilah "enggak gaul" karena kurangnya inforamsi.😊😊😊
Di era yang serba digital ini, memperoleh informasi bukanlah hal yang sulit. Ketik satu kata kunci di pencarian google, IG, FB dan lainnya akan muncul banyak berita, artikel, cerita mengenai informasi yang kita cari. Tapi apakah setiap informasi yang kita baca semuanya benar adanya?
Nah, semua itu dibahas pada pertemuan kelima ini dengan tema "Strategi Menangkal Hoaks". Moderator yang charming, Bapak Muliadi, mengawali pertemuan dengan berbagai informasi dan arahan kepada peserta sebelum mempersilahkan nara sumber menyampaikan materinya. Kemudian, nara sumber yang berpengalaman dan juga sudah mengukir banyak tinta di artikel dan dibuku-buku beliau, Ibu Heni Mulyati, M.Pd, mampu mengemas materi menjadi sesuatu yang informatif, inspiratif dan menambah wawasan kami peserta untuk menangkal HOAKS.
Hoaks atau berita bohong merupakan informasi yang sebenarnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.
Ibu Heni menyampaikan di era digital ini, informasi hoaks bisa beredar diberbagai sosial media. Berdasarkan data dari Litbang Mofindo sepanjang tahun 2020 terdapat 2.298 hoaks dimana sering ditemukan di FB, WA dan Twitter. WOW...ini bukan angka yang sedikit.
Jadi, "bagaimana kita mengetahui suatu berita benar atau haoks?"
Pastilah pertanyaan ini akan muncul, misalnya ketika kita membaca sebuah berita di FB. Oleh karena itu, penting bagi kita mengenal ciri-ciri berita hoaks. Berita hoaks memiliki sumber informasi yang tidak jelas, biasanya membangkitkan emosi, kelihatan ilmiah namun salah, isinya sembunyikan fakta dan minta diviralkan.
"Mengapa kita harus membentengi diri dari hoaks? Hoaks bahaya?"
Certainly. Tak jarang kita melihat terjadinya pro dan kontra karena informasi hoaks yang berujung pada perpecahan dan saling curiga. Selain itu, informasi hoaks ini dapat membuat orang terjebak dalam kebingungan akan kebenaran berita, merasa tidak aman dan nyaman bahkan ada yang meninggal karena informasi yang salah.
Menyikapi informasi hoaks ini, kita harus memiliki kemampuan memeriksa fakta, memiliki sikap skeptis agar dapat membedakan mana yang hoaks, mana yang benar. Kita jangan menjadi pengguna informasi yang hanya mengikuti aliran, terjebak di tengah banjirnya informasi, misalnya terjebak pada sesuatu yang viral tetapi belum tentu kebenarannya.
Selain itu, kita harus peka dengan beberapa situasi di media sosial seperti: (1) Era Post Truth dimana kebenaran fakta kurang diterima dikarenakan emosi dan keyakinan pribada yang lebih mendominasi, (2) matinya kepakaran dimana informasi dijadikan rujukan tanpa melihat kompetensi penulis, (3)Filter Bubble dan echo chamber yang membuat kita berada di ruang digital dalam lingkaran yang sama (history pengguna dan kesamaan informasi antar pengguna).
Hal-hal yang disampaikan pada pertemuan ini, menyadarkan kita bahwa "HOAKS" satu kata yang membuat kita harus menjadi pengguna informasi yang SMART, mampu mempertajam CRITICAL THINKING dan mampu menyaring informasi yang ada (SARING BEFORE SHARING).
Nur Azizah
Bagus tulisan dan materi ini, kita memang harus bisa mengetahui suatu berita, mana yg hoaks dan mana yg bukan agar kita tdk ikut sbg pihak yg menyebarkan apabila berita itu hoaks. Memang semestinya kita tdk boleh trlalu cepat percaya dgn berita yg belum tentu kebenarannya yg akan mengakibatkan diri kita sendiri yg rugi nantinya. Bagus materi ini buat diketahui byk org dalam menyikapi suatu hal. Bu guru hebat, bu guru cerdas dan cepat dalam merangkum suatu materinya utk dibaca lebih lanjut ke org lain. Sangat bermanfaat.
BalasHapusMampu menyaring informasi adalah yang utama.mantap
BalasHapusBu Azizah pejuang literasi digital
BalasHapusMaasya Allah, apiknya tulisan Bu Azizah. Keren, Bu.
BalasHapus