Jumat, 12 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 6
Tema : Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks
Nara Sumber : Ms. Phia Selfiarti
Moderator : Deni Darmawan
Pergi ke sungai, jala ku tebar
Ikan ku dapat lalu ku bakar
Di dunia digital, literasi pengguna harus pintar
Agar tahu mana hoaks mana yang benar
Pukul 16.00 hari ini, pertemuan ke-6 GMLD dimulai melalui zoom bersama Bapak
Deni sebagai moderator dan Ms. Phia sebagai nara sumber. Amazing, duet yang T-O-P banget. Nara sumber dan moderator hari ini adalah dua insan yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam menebarkan kebaikan, memotivasi, menginspirasi dan memproduksi banyak tulisan. Semoga kesempatan berkenalan dan berinteraksi dengan mereka, orang-orang hebat, membakar semangat kita untuk bergerak maju dan berkarya.
Awalnya, Ms. Phia yang so energetic ingin mengawali pertemuan ini dengan memainkan game. Tetapi karena ada sedikit kendala serta sinyal yang kurang bersahabat, akhirnya langsung kepada materi.
Setelah pada pertemuan sebelumnya membahas mengenai hoaks dan strategi menangkalnya, pada pertemuan ini tema yang diangkat adalah "Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks."
Dari tema tersebut ada dua kata yang sangat menarik perhatian saya: "Pejuang" dan "Gempuran"
Wow... dua kata itu, jelas menekankan "Jangan main-main dengan hoaks."
Mereview kembali apa yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya, hoaks yang merupakan informasi tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar yang dapat memberikan dampak yang berbahaya. Mulai dari kebingungan, perpecahan sampai kepada ketidaknyamanan dan timbul rasa tidak aman. Setiap hari begitu banyak gempuran hoaks yang disebarkan, bukan hanya satu atau dua tapi ratusan bahkan ribuan. Ini suatu fenomena yang benar-benar harus di menjadi poin perhatian kita semua. That's why, Ms. Phia dengan semangatnya dalam menyampaikan materi pada hari ini mengajak kita menjadi "pejuang" yang dapat memerangi "gempuran hoaks."
Jadi sebagai pengguna informasi kita harus memnghindari dan melawan berita hoaks. Jangan terjebak atau malah ikut menyebarkan hoaks. Dari apa yang dijelaskan oleh Ms. Phia, kita harus mempunyai ketahanan diri yang mantap untuk menangkis berita hoaks ini dan membangun positive thinking. Dengan selalu berpikiran positif kita akan sehat jiwa dan raga, bahagia, dan terarah atau tidak mudah terpengaruh.
Keep positive thinking is really important. Dalam penjelasan selanjutnya, Ms. Phia yang supel memberikan beberapa cara melatih diri untuk tetap positif, yaitu:
💡 Hadapi dengan senyum. Walaupun di dunia online, berlaku baik itu harus. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Salah satunya dengan senyum walaupun berinteraksi di dunia digital. Dengan senyuman banyak Energy positif yang didapat diantaranya kita dapat meningkatkan pertahanan diri dalam menghadapi gempuran hoaks.
Ms. Phia, kemudian mengajak semua peserta tersenyum, karena dengan senyum akan membuat hati kita akan nyaman dan bahagia.
ini senyumku...mana senyummu...hehehe...
💡Berlatih Reframing. Banyaknya berita hoaks membuat kita terjebak dalam kegalauan informasi yang bahkan membuat stres. Untuk itu, reframe pikiran kita dengan beruntung kita bukan pribadi yang mudah terpancing dan tidak cepat terpengaruh dengan informasi hoaks.
💡Bangun Ketahan Diri. Membangun ketahan diri dapat dilakukan dengan cara menjaga hubungan baik dengan sesama, menerima perubahan sebagai bagian dari kehidupan, take action, and strat never wait.
Setelah menyampaikan materi, agenda selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu yang hangat dibahas adalah bagaimana cara menyikapi investasi atau pesan hadiah tipuan yang sering diterima, misalnya melalui telegram yang mulai meresahkan. Banyak solusi yang ditawarkan untuk menyikapi hal ini, baik dari nara sumber, moderator maupun tanggapan dari peserta zoom meeting. Ada yang menyarakan untuk melakukan pengaduan ke web tertentu seperti aduankonten@mail.kominfo.go.id, memblokir nomor, tidak mengangkat telpon, melaporkan ke spam, mengatur settingan privasi di wa atau telegram dan lainnya.
Dari Sharing materi dan diskusi yang dilakukan pada pertemuan ini, satu hal yang perlu digaris bawahi yaitu sangat penting mempunyai literasi digital yang baik sehingga kita dapat lebih bijak dalam dunia digital.
Sungguh bermanfaat materi hari ini, apa yang disampaikan menampah pemahaman kita dan menguatkan cakrawala berpikir mengenai literasi digital, terutama berkaitan dengan hoaks. Semoga kita benar-benar bisa menjadi "pejuang" kebenaran yang dapat memerangi "gempuran hoaks."
Nur Azizah
Ayo semangat yah
BalasHapusResume yg hidup. Ada ruhnya. Penulis kren
BalasHapusMantap tulisannya mengalir..
BalasHapusTerima kasih Pak Dail and Ms. Phia atas kunjungan dan suntikkan semangatnya...memotivasi sekali
BalasHapusGa pernah bosan baca blok bu guru ini, luar biasa untuk terus menyemangati dan memberikan sebuah catatan dan pengalaman yang baik dalam menyikapi sesuatu yg menjadi beban atau permasalahan yg terkadang kita sendiri yang mengalaminya. Memang semestinya kita harus bersikap bijak dalam menelaah suatu masalah untuk hasil yang lebih baik lagi. BIJAKSANA suatu kata yang baik untuk kita terapkan dalam aktivitas keseharian kita karna dari bijaksana kita akan merasa lebih baik.
BalasHapus