Jumat, 05 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

 

Jumat, 05 Nopember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 3

Tema             : Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

Nara Sumber : Aris Ahmad Jaya

Moderator     : Ms. Phia


Hari ini adalah pertemuan ke-3 dari kegiatan GMLD. Kali ini pertemuan dilakukan melalui zoom meeting. Seratus lebih peserta ikut gabung di zoom meeting terlihat penuh semangat. Dipandu oleh moderator yang ramah dan senyumnya yang supel, Ms. Phia, terasa klop dengan nara sumbernya yang T-O-P banget, Pak Aris, sehingga walaupun suasana adem, dingin akan hujan disore ini, saya tidak terasa "terhipnotis" maksudnya memejamkan mata karena mengantuk. Semangat menyimak materi ini juga terpancar dari wajah antusias dan senangnya peserta serta aktifnya kolom chat.

Pak Aris sebagai nara sumber, juga seorang motivator, piawai sekali dalam menarik perhatian dan fokus peserta serta membangkitkan semangat ketika menyampaikan materi. Sudah dua kali saya berkesempatan mengikuti kegiatan dimana beliau sebagai nara sumbernya. Kegiatan pertama yaitu  "Webinar Guru Motivator Literasi Digital" pada tanggal 28 Oktober 2021, dimana saya sangat termotivasi dengan kata-kata beliau yaitu "menulis adalah sebuah cara cerdas  untuk menabung pahala selama hidup dan setelah kematian". Selain itu juga kalimat beliau "Keinginan memanjangkan usia dari umur" memotivasi saya mantap melangkah di pelatihan GMLD ini. Kegiatan kedua adalah acara hari ini. YAP...Pak Aris sukses lagi membuat saya termotivasi untuk mengembangkan bakat atau potensi yang ada pada diri saya, yang saya rasa salah satunya menulis. 

Untuk mengetahui pemahaman peserta tentang bakat, Pak Aris bertanya kepada peserta mengenai "apa itu bakat?" Beberapa peserta menjawab dan merujuk pada pemahaman yang sama. Kemudian Pak Aris menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan bawaan dari seeorang yang kadang-kadang tidak akan muncul ketika tidak diasah. Saya sangat suka ketika Pak Aris menganalogikannya dengan emas 24 karat, dimana  emas 24 karat  tidak akan dipakai oleh seorang gadis jika emas tersebut belum di bentuk atau masih berbentuk batangan. Begitu juga dengan bakat kita, sebagus apapun bakat yang kita punya jika tidak digali atau dikembangkan tidak akan menjadi suatu potensi.

Kemudian Pak Aris juga menampilkan "tes temu bakat" yang dapat dilakukan melalui salah satu alamat "temu bakat" di pencarian google. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa kita juga dapat mengenal atau menemukan bakat kita melalui dunia digital.

Jadi, bagaimana menemukan bakat diri dengan dunia digital saat ini?

Dalam hal ini, Pak Aris memberi resep 4T: TiTi, Tiru, Tambah-tambahi dan Temu 

 👍 TiTi = Niteni, maksudnya dari sekian banyak hal, misalnya dari banyaknya hal-hal yang dapat kita jumpai di dunia digital mana yang membuat kita tertarik atau yang menjadi minat kita, tentunya sesuatu yang positif. Sebagai contoh Pak Aris tertarik dengan video-video tentang trik sulap. Kemudian kumpulkan hal-hal yang membuat kita tertarik tersebut. Satu hal yang perlu diingat adalah menarik menurut kita belum tentu menarik bagi orang lain, jadi ambil dan fokuslah pada apa yang menarik bagi kita.

 👍 Tiru, seperti pak aris yang tertarik dengan sulap kemudian meniru praktik jempol sulap yang ada di video YouTube, lalu dengan kerennya menunjukkan praktik sulap tersebut pada zoom meeting tadi dan berhasil membuat peserta terpukau, kita juga bisa meniru hal-hal yang membuat kita tertarik. Kita dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas dunia digital seperti YouTube, FB, IG, dan lainnya sebagai salah satu referensi dari apa yang membuat kita tertarik.

👍 Tambah-tambah, maksudnya adalah menambahkan sendiri apa yang sudah ditiru dengan cara belajar dari banyak orang atau banyak sumber di dunia digital dan lainnya kemudian dimodifikasi. Misalnya modifikasi lagu balonku ada lima dengan musik salah satu lagu AA' Gim, "Jagalah Hati" seperti yang ditunjukkan langsung oleh nara sumber yang inspiratif pada pertemuan ini.

👍 Temu, maksudnya temukan bakat kita sendiri kemudian mengasahnya secara konsisten yang nantinya akan menjadi potensi diri yang besar. Selain itu, temui orang-orang yang ahli sesuai dengan bakat yang kita punya. Orang-orang tersebut misalnya seorang mentor, host, pembicara atau siapapun yang bisa membimbing atau mengarahkan kita untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. 

     Selanjutnya, sebelum menutup pertemuan ke-3 ini, Pak Aris menyampaikan 3 quotes yang menarik untuk direnungi: 

             Kita dikenang karena mamberi bukan karena menerima. 

                  ✅ Tetap lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi 

                         sejarah hidup. 

                       ✅Cintaila apa yang kita lakukan, lakukan yang kita cintai dan lihatlah 

                              keajaiban yang akan terjadi.

Dari materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini, dapat disimpulkan dunia digital dapat menjadi salah satu alat atau media untuk menggali, menemukan, dan mengembangkan minat dan bakat seseorang.

Terima kasih kepada nara sumber dan moderator pada pertemuan hari ini semoga apa yang sudah disampaikan dan didiskusikan bermanfaat bagi kita semua, aamiin.  

So, ayo kenali dan temukan bakatmu...

Salam semangat selalu💪💪.


Nur Azizah

 


 

 

 

 

 

 

10 komentar:

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...