Rabu, 17 November 2021

INKLUSIVITAS DI DUNIA DIGITAL

 

Rabu, 17 Nopember 2021

Judul               : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup               : 3

Resume ke     : 8

Tema               : Inklusivitas Di Dunia Digital

Nara Sumber : Muliadi

Moderator      : Dial Ma'ruf

Duet hebat yang menginspirasi pada pertemuan ke-8 membuat kita jadi rugi jika melewatkannya. Pak Dail yang mengawali pertemuan dengan pengalaman mereka memotivasi peserta untuk selalu semangat. Sebagai moderator, beliau juga begitu ramah dan luwes sehingga dapat memandu pertemuan ini dengan sangat baik. Pak Muliadi sebagai nara sumber dengan senang hati dan low profile memainkan perannya, memberikan materi, berbagi pengalaman dan merespon pertanyaan dari peserta dengan baik dan jelas. 

Walaupun pada pertemuan ini sempat terkendala sinyaal, tetapi alhamdulillah tak lama kemudian nara sumber bisa bergabung menyampaikan materi mengenai inklusivitas di dunia digital dan berdiskusi dengan peserta sampai selesai.

Inklusivitas berasal dari kata inklusif yang bermakna mengajak atau
mengikutsertakan berbeda dengam eksklusif yang berarti menegasi atau megeluarkan. Inklusivitas merujuk kepada sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan dalam konteks sosial yang senantiasa dikaitkan dengan sikap masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya dalam hal ini, masyarakat digital.

 Di dunia digital, ada 3 hal penting terkait dengan inklusivitas seperti keunikan fisik dan kemampuan, perbedaan dan keragaman. Masyarakat digital harus dapat mampu bersimpati dan berempati kepada berbagai keunikan akibat keterbatasan fisik atau mental. Salah satu caranya dengan menyediakan instrument atau aplikasi yang ramah kepada penyandang disabilitas agar setiap orang dengan segala keterbatasannya dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengembangan diri. Sebagai contoh sudah ada produk gadget yang memiliki fitur pembaca wajah, termasuk smartphone dengan fitur yang sesuai dengan penyandang tuna netra.

Oleh karena itu, masyarakat digital sudah seharusnya sadar dan menghadirkan sikap inklusif dalam lingkungan kita. Hal ini dikarenakan:

1. Internet bukan sesuatu yang asing di negara kita jadi seharusnya bisa dinikmati oleh siapapun dengan mudah.

2. Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari aspek fisik maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial sehingga pelu disikapi dengan bijak dan benar.

3. Mereka yang memiliki keunikan perlu mendapat perlakuan yang proporsional sesuai kondisi keunikannya dalam menikmati layanan dan kebutuhan seperti anggota masyarakat digital lainnya.

4. Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.


 Kemudian, pertemuan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dari beberapa pertanyaan yang didiskusikan ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi.

👍Cara menciptakan lingkungan inklusif pada daerah yg terbatas akses internet maupun perangkatnya jika dikaitkan dengan kemudahan dalam mengkases internet maka yang harus dilakukan adalah menyediakan akses internet yang lebih baik. Jika hal tersebut, berkaitan sikap sebagai pengguna internet di dunia digital, maka sikap keterbukaan terhadap perbedaan pandangan harus dapat wujudkan dalam bentuk misalnya tidak mudah terprovokasi, dan dapat menerima perbedaan sebagai sesuatu lumrah.

👍Motivasi untuk menarik masyarakat agar tercipta lingkungan inklusif sampai pada rasa gotong royong dan saling memiliki  adalah bahwa perbedaan dan keragaman adalah sebuah keniscyaan, oleh sebab itu keragaman dan perbedaan perlu dikelola secara baik dengan menonjolkan nilai-nilai yang lebih universal, seperti gotong royong.

👍Sikap inklusivitas dalam bermedia sosial antara lain dapat dapat diwjudkan dengan sikap saling menghargai dan menghormati hak dan pendapat orang lain, kemudian dapat menerima dan menghargai perbedaan.

👍 Edukasi yang baik kepada masyarakat agar tidak memandang perbedaan sebagai sesuatu yang ekslusif sehingga tidak memicu sikap anti inklusifl.

Demikian materi pada pertemuan hari ini. Materi yang sangat bermanfaat dan mengetuk kita semua untuk lebih bijak bersikap dan bertindak di tengah keberagaman dan keberbedaan di dunia digital.


Nur Azizah

3 komentar:

Hi ...

  Hi ...  it's so long... I miss this blog  so much . So sorry, for not seeing you for so long. Thanks CGP, after years, I write somethi...