Senin, 22 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke :10
Tema
: Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital
Nara Sumber : Rosminiyati
Moderator : Muliadi
Nonton konser dengan pak Arya
Bersama mendengar musik instrumental
Anak muda ayo maju berkarya
Tunjukkan aksi positifmu di dunia digital
Pertemuan ke 10 ini di buka oleh pak Muliadi sebagai moderator dengan mengajak peserta GMLD membaca basmalah* bismillahirrahmanirrahim. Kemudian beliau memperkenalkan nara sumber seorang ibu guru yang sangat enerjik yang merupakan alumni kelas BM gel 19. Pak Mul mengatakan beliau adalah mentor sekaligus motivatornya sehingga bisa menyelesaikan seluruh tugas kelas menulis dengan baik. Banyak sudah prestasi yang beliau torehkan, salah satunya pemenang ke dua lomba blog nasional 2021👏👏👏
Bagi saya sendiri, ibu Rosminiyati bukan hanya sebagai nara sumber pada pertemuan ini, tetapi juga salah satu insiprasi dan motivasi saya untuk maju menggali potensi. Bukan baru kemarin saya mengenal beliau tetapi sudah dari tahun 2006, seperti seorang ayunda sejati beliau selalu mendorong saya "si anak bawang" untuk maju bersama. Yah.. benar apa yang dikatakan oleh moderator bahwa beliau sungguh energetik, dari dulu, selalu open minded dan selalu ingin maju serta melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan baik lagi. Menyimak kisahnya yang never give up, berani melangkah dan mempunyai tekad yang kuat dalam berjuang dari "guru jadul menjadi gaul" menjadi motivasi sendiri bagi kita, terutama anak muda untuk berani membuat perubahan dalam hal positif salah satunya melalui dunia digital.
Sangat setuju dengan "Kak Ros", dari tema pertemuan ini fokus utama adalah 2 kata kunci yang menjadi pedoman pembahasan kita, BERANI dan PERUBAHAN. Dua kata yang tidak bisa dipisahkan ketika suatu langkah diciptakan.
✅Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).
✅Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.
Mengapa perlu melakukan perubahan di dunia digital?
1. Kebutuhan. Misalnya dalam pendidikan, mulai dari urusan administrasi sampai pembelajaran sudah menggunakan fasilitas yang ditawarkan di dunia digital. Hal ini mengakibatkan, mau tidak mau, perubahan kearah digitalisasi menjadi suatu kebutuhan.
2. Menyalurkan hobi.
3. Tambahan penghasilan.
4. Berbagi.
Hal-Hal yang mempengaruhi Perubahan di Dunia Digital
👉 Tekad/semangat.
👉 Lingkungan.
👉 Sarana/Prasarana.
👉 Kesempatan.
👉 Dukungan.
Sebagai motivator bagi anak muda (murid-murid, anak-anak), kita harus bisa menggerakkan orang lain agar mau berubah, tentunya kita sudah harus menggerakkan diri kita sendiri untuk berubah. Mengapa? Karena kita adalah guru dan orang tua yang menjadi model bagi murid-murid dan anak-anak kita.
Terkait perubahan, masing-masing kita tentu saja berbeda. Perubahan untuk masing-masing kita disesuaikan dengan kondisi awal yang kita punya.
Bentuk/Jenis Perubahan di Dunia Digital:
1. Tidak bisa -> bisa;
2. Tidak berani -> berani;
3. Sudah bisa -> banyak/terampil;
4. Banyak -> berkualitas;
5. Sendiri -> kolaborasi;
6. Sederhana/biasa -> istimewa/unik/menarik;
7. Tidak berguna -> bermanfaat;
8. Untuk sendiri -> berbagi/inspiratif/memotivasi;
9. Dan lain-lain.
Gerakan perubahan di dunia digital dapat dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya:
Kita sebagai orang tua atau guru harus mampu memotivasi siswa atau anak-anak untuk segera MULAI berani melakukan perubahan dalam memanfaatkan fasilitas dunia digital. Kita harus meluruskan bagaimana penggunaan media digital yang akan membawa kebaikan pada mereka dengan mengalihkan kepada kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat.
Lalu bagaimana caranya?
1. Kolaborasi. Kita berada pada komunitas sekolah yang luas. Anak-anak didik kita jumlahnya banyak. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi di antara sesama guru.
2. Melakukan sosialisai tentang literasi digital. Kita bisa menggunakan materi yang sudah kita peroleh dari pelatihan GMLD ini, misalnya ketika pertemuan langsung/tatap muka di dalam ruangan kelas atau pada saat upacara atau waktu khusus.
3. Memfasilitasi siswa kita melakukan hal-hal positif dalam dunia digital.
• Membuat komunitas di sekolah, misalnya: komunitas bloger sekolah, komunitas YouTuber sekolah, dll.
"NEVER WAIT UNTIL TOMORROW WHAT YOU CAN DO TODAY"
Nur Azizah
Mantap. Selalu bersemangat merajut keabadian ilmu.
BalasHapusselalu mantapp,selalu semangat..
BalasHapus